Buntut Aksi Pemukulan, Mahasiswa Tuntut Investigasi Menyeluruh.

Buntut Aksi Pemukulan, Mahasiswa Tuntut Investigasi Menyeluruh.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta Aksi saat bersama akai unjuk rasa yang digelar Aliansi Cipayung Plus Kota Pekanbaru di depan Kantor DPRD Provinsi Riau, Senin (22/6/2026) kemarin. (Polresta Pekanbaru).

MIMBARRIAU.COM  - Seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) atas nama Lutfhi Suhaz harus menjalani perawatan di RS Awal Bros Pekanbaru. Mahasiswa tersebut menjadi korban pemukulan oleh orang tidak dikenal (OTK) saat melakukan penyampaian aspirasi di depan Gedung DPRD Riau, Senin (22/6/2026) lalu.

Rahmatul, Ketua Cabang IMM Pekanbaru mengatakan, kejadian tersebut berawal saat salah satu kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ingin membakar spanduk sebagai bentuk ekspresi simbolik dalam aksi. Kemudian, aparat keamanan yang bertugas di lokasi bergerak masuk ke belakang kerumunan massa aksi.

"Pergerakan mendadak aparat ini memicu kekacauan di tengah massa. Dalam situasi kericuhan yang terjadi, botol yang semula dipegang kader kami terlempar ke tengah jalan. Kami tegaskan bahwa pelemparan ini bukan tindakan yang disengaja, melainkan akibat dari tekanan fisik yang diciptakan oleh pergerakan aparat ke dalam kerumunan," kata Rahmatul.

Di tengah kekacauan tersebut, dikatakannya, aksi pemukulan itu terjadi. Korban dipukul di bagian wajah, tepatnya di area mata dan pelipis hingga tergeletak di aspal dan hampir tidak sadarkan diri.

"Berdasarkan keterangan yang kami himpun dari sejumlah anggota massa aksi, termasuk kader GMNI dan PMII, tindakan kekerasan dilakukan oleh individu yang tidak dikenal dengan ciri-ciri fisik bertubuh besar, tinggi sekitar 178 cm, mengenakan baju berwarna hitam, celana hitam, rambut sebahu," katanya. 

“Sejumlah saksi mata menyatakan bahwa individu tersebut bergerak dari arah yang sama dengan posisi aparat berpakaian preman (intel) yang berada di tengah massa aksi. Kami tidak dalam posisi membuat kesimpulan final tentang identitas individu ini, namun kami menuntut pihak berwenang untuk segera mengidentifikasi dan mempertanggungjawabkan tindakan tersebut,” sambungnya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya menuntut Kapolda Riau dan Kapolresta Pekanbaru untuk segera memberikan klarifikasi publik atas tindakan aparat dalam pengamanan demonstrasi hari ini, khususnya terkait pergerakan aparat ke belakang kerumunan yang memicu kericuhan.

“Kami juga menuntut investigasi menyeluruh dan transparan terhadap individu yang melakukan kekerasan fisik terhadap anggota massa aksi kami, termasuk memverifikasi apakah individu tersebut merupakan bagian dari satuan pengamanan yang bertugas hari itu,” pintanya. **

Berita Lainnya

Index