BAGANSIAPIAPI – Tokoh muda Rokan Hilir (Rohil), Muhajirin Siringo Ringo, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Rokan Hilir.
Hal ini menyusul ditemukannya upaya penipuan terorganisir dengan modus mutasi jabatan yang menyasar para kepala sekolah dengan ujung-ujungnya meminta sejumlah uang.
Kronologi Temuan: Modus “Pilihan Dilematis”
Kasus ini terungkap saat seorang Kepala SD Negeri di Kecamatan Bangko mengadu kepada Muhajirin melalui adiknya yang merupakan ketua salah satu LSM di Riau.
Kepala Sekolah tersebut merasa gusar setelah menerima surat "Pemberitahuan dan Permintaan Koordinasi Terkait Pelaksanaan Mutasi" dari seseorang yang mengaku bernama Fauzi Arif Lubis, S.I.Kom.
Korban awalnya mengira oknum tersebut adalah pejabat yang berwenang di BKPSDM (dulu BKD), karena nama "Fauzi" memang dikenal luas pernah menjabat sebagai Kabid Mutasi.
Padahal, pejabat yang asli adalah Muhammad Fauzi yang saat ini sudah menjabat sebagai Kadis Perindag Rohil.
Dalam surat palsu itu, korban diberikan dua pilihan yang menekan secara psikologis:
Pindah ke Kecamatan Pujud: Dengan iming-iming masa jabatan penuh 4 tahun hingga pensiun.
Bertahan di Sekolah Asal: Namun jabatannya sebagai kepala sekolah hanya tersisa 2 tahun lagi (sesuai aturan batas maksimal 8 tahun di satu sekolah).
Memanfaatkan kegalauan korban, penipu tersebut meminta uang sebesar Rp 4 juta dengan janji bisa mengatur agar korban tetap menjabat di wilayah Kecamatan Bangko (dekat dengan rumah tinggalnya).
Hasil Investigasi: Nama Pelaku Tidak Terdaftar di BKPSDM
Merespons keresahan tersebut, Muhajirin Siringo Ringo langsung melakukan langkah cepat dengan menghubungi Kepala BKPSDM Rohil, Ibu Yulisma, serta melakukan konfirmasi kepada Muhammad Fauzi yang asli.
Hasil investigasi Muhajirin mengungkap fakta sebagai berikut:
BKPSDM Membantah: Yulisma menegaskan bahwa tidak ada pegawai bernama Fauzi Arif Lubis di instansi BKPSDM saat ini. Surat yang beredar dipastikan palsu.
Klarifikasi Muhammad Fauzi: Kadis Perindag Rohil tersebut menyatakan sama sekali tidak tahu-menahu mengenai surat tersebut dan memastikan namanya telah dicatut oleh oknum penipu.
"Ibu Yulisma selaku Kepala BKPSDM mengucapkan terima kasih atas informasi ini dan mengimbau agar para kepala sekolah tidak mempercayai oknum tersebut," ujar Muhajirin.
Pesan Muhajirin bagi Para Kepala Sekolah
Muhajirin meminta para kepala sekolah untuk lebih kritis dan tidak mudah percaya jika menerima telepon atau surat yang meminta uang untuk urusan jabatan, meskipun oknum tersebut menggunakan nama yang terdengar familiar.
"Penipu ini sangat licik karena mencatut nama 'Fauzi' yang dulunya memang dikenal sebagai Kabid Mutasi. Saya ingatkan kepada seluruh Kepala Sekolah, proses mutasi ASN itu gratis dan melalui jalur resmi. Jika ada yang minta uang, itu 100% penipuan," tegas Muhajirin Siringo Ringo.
Ia berharap seluruh tenaga pendidik di Rokan Hilir tetap fokus pada pelayanan pendidikan dan segera melapor kepada pihak berwenang jika mendapatkan tekanan serupa. **