ROKAN HILIR – Polemik dugaan video VCS yang menyeret nama Sekretaris Daerah (Sekda) Rokan Hilir kembali menjadi sorotan publik.
Hingga kini, belum ada langkah tegas berupa pencopotan jabatan, meski kasus tersebut sempat viral dan memicu perbincangan luas di tengah masyarakat.
Tokoh muda Rokan Hilir, Muhajirin Siringo Ringo, menyampaikan kekecewaannya atas sikap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir yang dinilai belum menunjukkan ketegasan dalam menyikapi persoalan tersebut.
Menurut Muhajirin, kasus ini menyangkut marwah jabatan dan kehormatan daerah, sehingga tidak bisa dianggap persoalan biasa.
“Saya menyayangkan sampai hari ini Sekda Rohil belum juga dicopot. Padahal kasus dugaan VCS yang viral itu sudah mencoreng nama baik pemerintahan daerah,” tegas Muhajirin.
Muhajirin kemudian membandingkan sikap Pemerintah Kota Batam dalam menangani kasus dugaan asusila yang menyeret pejabatnya.
Di Kota Batam, pejabat yang terseret dugaan kasus serupa langsung dibebastugaskan oleh Wali Kota sebagai bentuk langkah cepat menjaga integritas pemerintahan.
Batam dan Rokan Hilir, menurut Muhajirin, sama-sama berada di wilayah budaya Melayu. Namun, ia menilai respons kepala daerah dalam menyikapi persoalan dugaan asusila justru berbeda.
“Batam dan Rohil sama-sama negeri Melayu. Kenapa cara pemimpinnya berbeda dalam menyikapi persoalan yang sama-sama menyentuh ranah dugaan asusila?” ujarnya.
Muhajirin secara terbuka meminta Bupati Rokan Hilir segera mencopot Sekda Rohil, Fauzi Erizal, dari jabatannya demi menjaga wibawa pemerintahan.
Fauzi Erizal dinilai seharusnya dinonaktifkan sementara sampai persoalan tersebut terang benderang melalui proses hukum atau klarifikasi resmi yang transparan.
“Ini bukan soal suka atau tidak suka. Ini soal etika jabatan. Jabatan Sekda adalah simbol moral dan integritas birokrasi,” tambahnya.
Terkait klaim bahwa video tersebut merupakan produk kecerdasan buatan (AI), Muhajirin menyebut publik tidak mudah percaya begitu saja.
Menurutnya, masyarakat bisa menilai sendiri keaslian video tersebut. Ia juga mempertanyakan adanya perubahan pada ventilasi kamar mandi yang diduga berkaitan dengan latar video viral tersebut.
“Kalau memang itu produk AI, kenapa setelah video itu viral justru ada perubahan pada ventilasi kamar mandi? Publik tentu bertanya-tanya. Artinya apa?” ucapnya.
Muhajirin menegaskan bahwa polemik ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah.
Ia berharap Bupati Rokan Hilir segera mengambil langkah tegas demi menjaga marwah daerah dan membuktikan komitmen terhadap etika serta integritas pejabat publik. **