Pemerintah akan Bangun 2.500 Jembatan Gantung hingga Agustus

Pemerintah akan Bangun 2.500 Jembatan Gantung hingga Agustus

MIMBARRIAU.COM - Pemerintah  berniat membangun ribuan jembatan gantung di daerah-daerah terpencil pada pertengahan tahun ini. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan saat ini masih banyak wilayah yang terisolasi karena tak punya jembatan.

Menurut Teddy, pemerintah menargetkan sebanyak 2.500 jembatan gantung selesai dibangun pada Agustus 2026. Pembangunan kemudian akan dilanjutkan dengan mencapai target 5.000 jembatan pada akhir tahun.

Teddy menyampaikan, kehadiran jembatan dapat mengubah kehidupan masyarakat. "Melalui program pembangunan jembatan gantung, Presiden Prabowo mendorong konektivitas yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih merata hingga ke pelosok Indonesia," tuturnya lewat keterangan tertulis pada Kamis, 25 Juni 2026.

Ia berkata pembangunan jembatan dilakukan dengan kerja sama antara pemerintah, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), dan masyarakat setempat. "Jembatan-jembatan baru pun terus hadir, menghubungkan wilayah-wilayah yang selama bertahun-tahun terpisahkan oleh sungai dan medan yang sulit dijangkau," ucap perwira TNI AD berpangkat letnan kolonel ini.

Selama ini, kata Teddy, anak-anak di daerah tanpa jembatan harus menyeberang sungai untuk bersekolah. Ia pun berharap infrastruktur jembatan gantung bisa mempermudah perjalanan mereka dan masyarakat lainnya.

Pada Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan ratusan jembatan di berbagai daerah Indonesia. Jembatan-jembatan itu berlokasi di daerah terdampak bencana hingga wilayah terpencil.

Total yang diresmikan Prabowo ketika itu mencapai 218 jembatan dengan jenis bailey, armco, dan perintis. "Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 77 jembatan bailey, 59 jembatan armco, dan 82 jembatan perintis," kata dia dalam acara peresmian daring yang disiarkan Sekretariat Presiden, 9 Maret 2026.

Sebanyak 218 jembatan yang diresmikan Presiden Prabowo itu dibangun dalam waktu 2,5 bulan. Jembatan itu didirikan di berbagai wilayah terdampak bencana dan daerah terpencil di Indonesia, termasuk Sumatera yang dilanda banjir dan tanah longsor pada pengujung tahun lalu. *

Berita Lainnya

Index