MimbarRiau.com - Kondisi infrastruktur pendidikan di SDN 007 Sungai Pinang, Kecamatan Pujut, kian memprihatinkan.
Gedung sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa menuntut ilmu, kini kondisinya rusak berat dan nyaris roboh, sehingga dinilai sangat tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, pada tgl 12/02/2026 beberapa bagian bangunan tampak sudah rapuh dimakan usia. Kayu penyangga terlihat mulai lapuk, atap bocor, dan plafon cukup parah bahkan hampir terjatuh. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan para siswa dan guru sewaktu-waktu.
Transparansi Dana BOS Jadi Sorotan
Selain kondisi fisik bangunan yang hancur, ditemukan kejanggalan terkait aspek administrasi dan transparansi sekolah. Di lingkungan sekolah, tidak terlihat adanya Papan Informasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Padahal, sesuai petunjuk teknis (juknis) penggunaan dana BOS, setiap sekolah diwajibkan memasang papan informasi sebagai bentuk transparansi publik agar masyarakat dan wali murid dapat memantau penggunaan anggaran tersebut.
Upaya awak media untuk mendapatkan klarifikasi terkait kondisi sekolah dan nihilnya papan informasi BOS belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SDN Sungai Pinang *LENI MARLINA* belum memberikan konfirmasi.
Saat tim media mendatangi sekolah untuk melakukan wawancara, kepala sekolah diketahui tidak berada di tempat.
"Kami ingin kejelasan, ke mana anggaran pemeliharaan selama ini dialokasikan? Mengapa sekolah dibiarkan hancur seperti ini?" ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat berharap Dinas Pendidikan setempat segera turun tangan untuk meninjau lokasi dan mengevaluasi kinerja manajemen sekolah demi keberlangsungan pendidikan anak-anak di Sungai Pinang.***