MimbarRiau.com - PRESIDEN Prabowo Subianto menuding ada orang-orang terdidik yang menghina dan mengejek program makan bergizi gratis (MBG). Prabowo mengatakan, orang terdidik itu bahkan sudah bergelar profesor.
“Mereka meramalkan proyek ini pasti gagal. Program ini menghamburkan uang,” kata kepala negara dalam pidatonya saat peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, 13 Februari 2026.
Prabowo mengatakan, ada semacam kampanye yang sengaja menjatuhkan program prioritasnya itu. Ia tak menyebutkan siapa profesor atau orang terdidik yang dimaksdukan. Presiden menduga kampanye buruk soal MBG itu dilontarkan sebagai ungkapan dendam dan dengki.
Meski mendapatkan kritikan dan hinaan, Prabowo mengatakan hal itu biasa saja. “Sesuatu yang menyerang merupakan hal sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya. Sungguh, menyedihkan bagi saya,” ujar Prabowo.
Prabowo meyakini saat ini program MBG yang telah berjalan selama satu tahun lebih, sudah berjalan di jalan yang benar. Tujuan dari program itu, kata dia, agar anak Indonesia tidak lagi mengalami stunting. “Stunting itu kurang gizi. Kurang gizi mengakibatkan sel-sel kita tidak bisa berkembang baik. Sel tulang tidak berkembang baik, sel otak tidak berkembang baik,” tuturnya.
Dia juga menjelaskan penyebab terjadinya stunting. Satu faktor yang menyebabkan banyak anak Indonesia stunting adalah adanya proses pemiskinan. “Proyek pemiskinan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengungkapkan ia telah belajar dari bangsa lain, satu-satunya jalan untuk mengatasi stunting ialah dengan memberi makan pada anak, ibu hamil, orang tua yang tak berdaya atau lanjut usia (lansia).
Prabowo meniru apa yang telah dilakukan oleh lebih dari 70 negara. Dia bilang ada lebih dari 75 negara sudah membuat program makan serupa MBG. “India itu setengah penduduk domestik brutonya, setengah per kapita dari kita. Berani memberi makan gratis untuk 800 juta rakyat mereka,” kata Prabowo.
Sehingga, menurut Prabowo, tak ada yang salah dengan program yang tengah ia upayakan itu. Di negara-negara lain, kata dia, bahkan ada yang sudah memasukkan program tersebut ke dalam regulasi nasional mereka. “Karena itu, kita laksanakan program ini. Kita hadapi kampanye luar biasa yang menjelek-jelekkan, mengatakan saya menghambur-hamburkan uang,” ucap Prabowo.