Hentikan Polemik Pribadi, Ketua DPW KAMI Riau Ajak Masyarakat Rohil Bersatu Dukung Bupati H. Bistamam

Hentikan Polemik Pribadi, Ketua DPW KAMI Riau Ajak Masyarakat Rohil Bersatu Dukung Bupati H. Bistamam
Ketua DPW Komunitas Aktivis Muda Indonesia (KAMI) Prov. Riau, Muhajirin Siringo Ringo

BAGANSIAPIAPI – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Komunitas Aktivis Muda Indonesia (KAMI) Provinsi Riau, Muhajirin Siringo Ringo, angkat bicara terkait kegaduhan di tengah masyarakat mengenai urusan pribadi Bupati Rokan Hilir (Rohil), H. Bistamam. 

Sebagai putra Rohil, Muhajirin menyayangkan sikap sebagian pihak yang dinilai terlalu jauh mencampuri urusan domestik pemimpin daerah.

Muhajirin menilai, penggiringan opini terkait pernikahan Bupati H. Bistamam adalah tindakan yang picik dan tidak mendidik. 

Menurutnya, sebagai seorang pemimpin yang sudah memasuki usia senja, sangat manusiawi jika Bupati membutuhkan pendamping hidup untuk mendukung keseharian dan tugas-tugasnya.

"Beliau seorang pemimpin, memang harus memiliki pendamping. Apalagi di usianya yang sudah senja. Seharusnya kita sebagai masyarakat ikut mendoakan semoga pemimpin kita diberikan kesehatan dan umur yang panjang agar bisa menyelesaikan tanggung jawabnya dengan sempurna," ujar Muhajirin.

Ia menegaskan bahwa energi masyarakat seharusnya dialokasikan untuk mengawal pembangunan daerah, bukan meributkan hal yang bersifat personal. 

"Bagaimana kita mau maju jika masalah pribadi pernikahan Bupati saja kita ributkan? Kita harusnya malu dengan 11 kabupaten/kota lainnya di Riau," tambahnya.

Dalam pengamatannya, baik di dunia nyata maupun di media sosial (alam maya), Rokan Hilir saat ini menempati posisi yang memprihatinkan dalam hal dinamika kritik yang tidak sehat. 

Ia menyebut Rohil sebagai kabupaten nomor satu di Riau dengan tingkat hujatan terhadap pemimpin yang paling tinggi.

"Malu kita dilihat orang luar. Kepala daerah Rohil selalu jadi trending topic untuk hal-hal yang tidak produktif. Sudah saatnya kita berhenti," tegas aktivis muda ini.

Menutup pernyataannya, Muhajirin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali merapatkan barisan. 

Ia menekankan bahwa Rokan Hilir membutuhkan kekuatan kolektif untuk berkembang, bukan perpecahan akibat isu-isu yang tidak subtansial.

Bersatu: Menghentikan segala bentuk hujatan yang menjatuhkan marwah pemimpin.

Mendukung: Membiarkan pemerintah menjalankan tugas dan fungsinya dengan tenang.

Mengingatkan: Jika ada kebijakan yang keliru, sampaikan kritik dengan cara yang santun dan konstruktif.

"Sudahlah... saatnya kita bersatu. Rohil butuh kekuatan kita bersama. Mari biarkan pemerintah menjalankan tugasnya. Kalau ada yang keliru, kita ingatkan dengan cara yang baik, bukan menghujat urusan pribadinya," tutup Muhajirin. **

Berita Lainnya

Index