PEKANBARU – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Soekarno Hatta, tepat di depan Ilham Mobilindo Pekanbaru, Ahad pagi (24/5/2026) sekitar pukul 08.34 WIB.
Peristiwa tersebut diduga dipicu antrean panjang mobil balak kayu yang hendak mengisi BBM di SPBU 14.282.6113 hingga memakan badan jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, korban diketahui merupakan seorang karyawan Mie Gacoan yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan besar berlangsung hingga dua baris dan memakan lebih dari setengah badan jalan. Kondisi itu membuat arus lalu lintas menjadi sempit dan membahayakan pengendara lain yang melintas di jalur padat tersebut.
Ironisnya, kejadian itu berlangsung pada jam sibuk pagi hari, saat kendaraan bertonase besar seharusnya dilarang memasuki kawasan kota. Namun sejumlah mobil balak kayu justru terlihat bebas melintas dan mengantre BBM tanpa pengawasan ketat dari pihak SPBU.
Saat media ini mencoba meminta klarifikasi kepada pihak SPBU, Taufik selaku pengawas mengatakan dirinya tidak dapat memberikan komentar.
“Saya tidak bisa memberikan komentar, yang bisa hanya manager. Sudah saya hubungi tapi belum ada respons,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengatakan pihaknya rutin melakukan pengawasan terhadap kendaraan besar yang melanggar aturan operasional.
“Kalau pengawasan kita tiap hari, banyak yang kita tertibkan. Besok kita mau razia ODOL ni,” katanya.
Namun fakta di lapangan memperlihatkan kendaraan besar masih bebas melintas dan mengantre BBM di badan jalan meski masih berada dalam jam larangan operasional.
Kondisi tersebut memicu sorotan masyarakat terhadap lemahnya pengawasan kendaraan berat di Kota Pekanbaru, terutama di jalur padat seperti Jalan Soekarno Hatta yang setiap hari dipadati aktivitas masyarakat. (Rin)