Siswa Keroyok Guru, Kapolresta Jambi Soroti Krisis Karakter

Siswa Keroyok Guru, Kapolresta Jambi Soroti Krisis Karakter
Ilustrasi perisakan/bullying atau pengeroyokan. Shutterstock

MimbarRiau.com - KEPALA Kepolisian Resor Kota Jambi Komisaris Besar Boy Binanga Siregar merespons kasus pengeroyokan seorang guru bahasa Inggris, Agus Saputra, oleh sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Ia menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tersebut yang viral di media sosial.

Menurut Boy, peristiwa itu mencederai dunia pendidikan dan menjadi pengingat pentingnya penguatan nilai kemanusiaan serta pendidikan karakter. “Sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh kasih dalam membentuk generasi muda,” ujar Boy dalam keterangan tertulis, Ahad, 18 Januari 2026.

Boy menyampaikan Polresta Jambi berkomitmen melaksanakan kegiatan imbauan secara rutin ke sekolah-sekolah di Kota Jambi setiap pekan. Ia juga menekankan peran penting orang tua dalam menanamkan nilai sopan santun, pengendalian emosi, serta rasa hormat sejak dini di lingkungan keluarga.

Ia mengimbau para guru untuk tetap bersabar dalam mendidik peserta didik, namun tetap menjaga ketegasan dan wibawa sebagai pendidik. “Sementara itu, para murid harus menjunjung tinggi tata krama, menghormati guru, serta menyelesaikan perbedaan dengan sikap santun dan dialog,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jambi Komisaris Besar Erlan Munaji menjelaskan bahwa kasus tersebut bermula ketika seorang siswa berinisial L ditampar oleh Agus karena berkata kasar. “Murid tersebut tidak terima dan melakukan perlawanan,” kata Erlan dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 Januari 2026.

Beberapa teman L kemudian ikut melawan hingga akhirnya mengeroyok Agus secara bersama-sama. “Guru berinisial A dikeroyok oleh sejumlah siswa laki-laki di area sekolah,” ujar Erlan.

Sementara itu, Agus menuturkan kejadian bermula saat ia berjalan di luar ruang kelas. Dari dalam kelas, salah satu siswa menegurnya dengan bahasa yang tidak pantas. Mendengar ucapan tersebut, Agus langsung mendatangi sumber suara.

Agus kemudian menanyakan siapa yang memanggilnya dengan ucapan tersebut. “Saya menanyakan siapa yang memanggil saya seperti itu. Siswa tersebut langsung menantang saya, sehingga saya spontan menampar wajahnya,” ujar Agus, seperti dikutip dari Antara.

Agus menambahkan bahwa siswa tersebut kembali menghampirinya saat jam istirahat sambil melontarkan kalimat bernada menantang. Adu mulut pun terjadi hingga akhirnya sejumlah siswa mengeroyok dirinya.

Rekaman video pengeroyokan terhadap Agus oleh sejumlah siswanya viral di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Dalam video lainnya, terlihat Agus membubarkan para siswa dengan mengacungkan celurit yang disebut sebagai aset sekolah.

Berita Lainnya

Index