Camat Tapung Hilir Serahkan Laporan Kerugian Ikan Mati senilai Rp648 Juta ke DPRD Kampar

Camat Tapung Hilir Serahkan Laporan Kerugian Ikan Mati senilai Rp648 Juta ke DPRD Kampar
Camat Tapung Hilir, Nurmansyah, S.STP

KAMPAR – Menindaklanjuti insiden kematian ribuan ikan di Sungai Tapung, Camat Tapung Hilir, Nurmansyah, resmi menyerahkan laporan data kerugian masyarakat kepada pimpinan DPRD Kabupaten Kampar pada Senin (6/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Nurmansyah memaparkan rincian kerugian yang dialami warga, khususnya di Desa Kota Garo. 

Berdasarkan pendataan, terdapat 10 keramba ikan yang terdampak dengan nilai kerugian mencapai Rp480 juta. Selain itu, sekitar 100 nelayan tangkap kehilangan penghasilan selama sepekan terakhir dengan estimasi kerugian sebesar Rp168 juta.

"Total kerugian ekonomi di Desa Kota Garo saja mencapai Rp648 juta. Untuk Desa Sekijang dan Desa Koto Aman, datanya sudah lebih dulu masuk ke Ketua DPRD," ujar Nurmansyah.

Estimasi Kerugian di Desa Kota Garo yakni Keramba Ikan Warga 10 Unit Rp480.000.000, Nelayan Tangkap 100 Orang Rp168.000.000 adapun total Kerugian  Rp648.000.000

Selain menyerahkan data, Camat Tapung Hilir juga menyampaikan surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing antara DPRD Kampar, masyarakat, dan pihak Sinar Mas Group. 

Perusahaan tersebut diduga melakukan pembuangan limbah dari pabrik mereka di Desa Sekijang yang memicu pencemaran di Sungai Tapung.

"Kami sedang menunggu jadwal hearing. Masyarakat butuh kejelasan dan solusi konkret atas peristiwa ini," tegasnya.

Meski dampak terparah dirasakan oleh tiga desa, Nurmansyah mengungkapkan bahwa pencemaran ini sebenarnya melanda total 10 desa yang dialiri Sungai Tapung. 

Selain Desa Kota Garo, Sekijang, dan Koto Aman, tujuh desa lainnya yang terdampak meliputi Desa Tapung Lestari, Desa Tebing Lestari, Desa Kijang Jaya, Desa Kijang Makmur, Desa Tanah Tinggi dan Desa Gerbang Lestari. 

Saat ini, pihak kecamatan dan warga masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel air dan ikan yang telah diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar pekan lalu untuk memastikan penyebab utama kematian massal ikan tersebut. **

Berita Lainnya

Index