Minim Perhatian Pemerintah, Masyarakat Gotong Royong Perbaiki Jembatan Raja Ali Haji Untuk Pejalan Kaki Saja

Minim Perhatian Pemerintah, Masyarakat Gotong Royong Perbaiki Jembatan Raja Ali Haji Untuk Pejalan Kaki Saja

MimbarRiau.com - Jembatan Raja Ali Haji Kepenghuan Teluk Pulai Kecamatan Pasir Limau Kapas yang ambruk pada Senin 19 Januari 2026 lalu akhirnya di perbaiki oleh masyarakat setempat bersama perangkat desa seperti Ketua RT, Ketua RW beserta Kepala Dusun dan sejumlah masyarakat secara bergotong royong dengan menggunakan dana swadaya masyarakat.

Jembatan tersebut ambruk disebabkan termakan usia setelah di bangun pada tahun 2004 lalu sampai saat ini tidak pernah ada di lakukan  pemeliharaan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir hingga akhir nya ambruk dan tidak bisa di lewati hingga menyebabkan aktivitas masyarakat menjadi lumpuh total.

Hal ini sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat di karenakan jembatan ini merupakan satu satunya jalan yang bisa di lalui oleh masyarakat sebagai aktivitas sehari hari seperti anak anak pergi ke sekolah, para pekerja, dan juga di gunakan untuk pergi beribadah menuju ke masjid maupun menuju ke Puskesmas Panipahan untuk berobat.

"Dampaknya bagi masyarakat, perekomian masyarakat tidak dapat berputar, karena jalan ini salah satu nya jalan yang di lalui masyarakat sebagai akses anak anak sekolah, menuju pusmkemsas dan juga tempat ibadah", ujar seorang masyarakat Nazarudin saat di wawancarai pada Jum'at pagi (23/01/2026) di sela sela aktivas gotong royong.

Ia menjelaskan bahwa hingga hari ini Jum'at 23 Januari 2026 belum ada mendapat perhatian pemerintah setempat terkait ambruk nya Jembatan ini dan pada akhirnya masyarakat berinisiatif  bergotong royong untuk memperbaiki jembatan supaya bisa di lalui oleh pejalan kaki saja.

"kemarin ada dari Dinas PUTR Kabupaten Rokan Hilir datang melakukan pengecekan dan pengukuran saja, akan tetapi belum ada kepastian kapan di perbaiki atau pun di bangun oleh pemerintah, hingga akhir masyarakat mempunyai kebijakan dengan membuat jalan alternatif supaya bisa di lewati dulu", tambahnya.

Masyarakat berharap kepeda Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir Maupun Pemerintah Provinsi Riau untuk dapat lebih memperhatikan infrastruktur jalan yang ada di Kepenghuluan Teluk Pulai terkhusus bagian Teluk Pulai Dalam yang hampir semua jalan di Teluk Pulai Dalam nyaris tidak bisa di lewati oleh masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua.

"Ada 4 titik jalan yang saat ini paling parah rusaknya, hampir tidak bisa di lalui, di antaranya Jalan Raja Ali Haji, Jalan Pustu, Jalan Hangtuah dan juga Jalan Kungsi 12, untuk itu kami berharap kepeda Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir untuk lebih memperhatikan jalan yang ada di Kepenghuluan Teluk Pulai ini, khusus Teluk Pulai Dalam yang saat ini  semakin memprihatinkan dan nyaris terisolir", pintanya.

Berita Lainnya

Index