Prabowo Sebut Sistem Ekonomi Keliru: Orang Miskin Bertambah.

Prabowo Sebut Sistem Ekonomi Keliru: Orang Miskin Bertambah.
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (10/6/2026). (Biro Pers Kepresidenan).

MIMBARRIAU.COM - Presiden Prabowo Subianto menilai ada anomali dalam kondisi ekonomi Indonesia. Menurutnya, ekonomi nasional tumbuh sekitar 5 persen setiap tahun atau mencapai sekitar 35 persen dalam tujuh tahun terakhir.

Namun, saat mulai menjabat sebagai Presiden RI, Prabowo mengaku terkejut pertumbuhan ekonomi tidak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut jumlah penduduk miskin justru bertambah meski perekonomian nasional terus tumbuh.

"Saya merasa ditohok waktu saya jadi Presiden. Data ini muncul kira-kira dua bulan setelah saya jadi Presiden. Kenyataan bahwa setelah tujuh tahun tumbuh 5 persen, masa penduduk miskin tambah? Negara tambah kaya, rakyat miskin tambah," kata Prabowo saat penutupan Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

"Ini kan sesuatu yang aneh, yang anomali. Yang kelas menengah yang tadinya lepas dari kemiskinan, turun saudara-saudara. Katanya negara tambah kaya 30 persen, kok rakyat miskin tambah, kemudian kelas menengah berkurang?" sambungnya.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut menunjukkan bahwa hasil pertumbuhan ekonomi belum dinikmati secara merata. Ia menilai ada persoalan dalam sistem ekonomi nasional yang menyebabkan peningkatan kesejahteraan tidak dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

"Akhirnya harus kita lihat bahwa ini berarti sistem kita keliru. Sistem ini keliru, karena apa? Kalau orang miskin tambah, yang menengah juga berkurang, berarti yang menikmati pertumbuhan ini hanya segelintir orang saja," jelasnya.

Tak Sesuai Cita-Cita Indonesia

Prabowo menegaskan kondisi tersebut tidak sejalan dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia dan harapan para pendiri bangsa. Menurutnya, keadilan dan kemakmuran tidak dapat terwujud apabila sistem yang digunakan masih menyisakan ketimpangan.

"Kita merdeka, kita ingin rakyat kita hidup dalam keadilan dan kemakmuran. Dan kemakmuran tidak bisa dengan sistem yang keliru seperti ini," ujarnya.

Karena itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk membenahi sistem perekonomian nasional agar hasil pembangunan dan kekayaan negara dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

"Ini yang saya yakini, dan ini yang akan saya kerjakan untuk saya penuhi sumpah saya kepada rakyat, untuk menjaga kepentingan rakyat sesuai dengan sumpah saya waktu saya dilantik," pungkas Prabowo. **

Berita Lainnya

Index