Akhirnya Elon Musk Punya Akun TikTok, Ini Postingan Pertamanya

Akhirnya Elon Musk Punya Akun TikTok, Ini Postingan Pertamanya

Jakarta - Elon Musk akhirnya memiliki akun TikTok, platform media sosial yang jadi saingannya X juga. Postingan pertamanya langsung menarik perhatian.

Dengan username @elonmusk, akun tersebut sudah diikuti lebih dari 108.100 followers saat berita ini ditulis. Tak ketinggalan, akun tersebut sudah verified atau terverifikasi, memiliki centang biru di ujung namanya.

Di video pertama yang dia upload, dia menulis 'First TikTok. Ad astra ????' di keterangan. 'Ad astra' artinya 'to the stars' atau 'menuju bintang-bintang'. Dalam cuplikan awal video, Elon Musk tampil dengan ucapan yang memotivasi.

"Kita harus bersemangat menghadapi masa depan. Kita harus melakukan hal-hal yang membuat kita ingin hidup. Tidak bisa selalu masalah setiap hari," ujarnya.

"Apakah kamu benar-benar ingin bangun setiap pagi dan semuanya hanya masalah?" tanyanya lebih lanjut.

Kemudian, beberapa cuplikan dari hal-hal besar yang dilakukan oleh perusahaannya muncul. Sebut saja inovasi Neuralink, roket-roket SpaceX, Tesla, hingga Starlink.

Di kolom komentar, netizen menyambut kehadiran orang terkaya di dunia itu dengan semangat.

"Halo Elon," sapa AVA.

"Apa ini benar akun milikmu, sayang?" Amelia Nova memastikan.

"Akhirnya ini benar-benar Elon Musk," kata Makris panagiotis.

"Senang ada kamu di sini," aku warganet.

Sebelumnya, Elon Musk diketahui anti menggunakan media sosial lain selain X yang ia miliki. X merupakan platform medsos (dulu bernama Twitter) yang dia beli pada Oktober 2022 dengan nilai transaksi mencapai USD 44 miliar.

Musk juga beberapa kali mengkritik medsos seperti algoritma dari TikTok, mempertanyakan dampak Instagram terhadap kesehatan mental, dan bahkan melakukan pembatasan promosi platform lain di X. Oleh karena itu, keputusan dia memiliki akun TikTok cukup mengejutkan.

Khusus TikTok, pendiri PayPal ini pernah memberikan pendapatnya soal perusahaan asal China tersebut. Misalnya pada Juni 2022.

"Apakah TikTok merusak peradaban? Sebagian orang berpikir demikian. Atau mungkin media sosial secara umum," tulisnya di X.

Lalu, dia pernah mengungkapkan pendapatnya pada April 2024 soal TikTok dan pelarangannya di Amerika Serikat.

"Menurut pendapat saya, TikTok tidak boleh dilarang di AS, meskipun larangan seperti itu dapat menguntungkan platform X. Melakukan hal itu akan bertentangan dengan kebebasan berbicara dan berekspresi. Bukan itu yang diperjuangkan Amerika," ujarnya pada platform X lagi. **

Berita Lainnya

Index