Aktivitas Gempa Vulkanik Gunung Guntur di Garut Meningkat

Aktivitas Gempa Vulkanik Gunung Guntur di Garut Meningkat
Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, 22 Maret 2026. Dok. magma.esdm

MimbarRiau.com - AKTIVITAS vulkanik Gunung Guntur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami peningkatan dalam tiga pekan terakhir. Pemantauan yang dilakukan dari Pos Pengamatan Gunung Guntur di Desa Sirnajaya, Kabupaten Garut, menunjukkan adanya peningkatan gempa vulkanik dalam hingga pukul 8 WIB, Sabtu, 21 Maret 2026.

"Kegempaan Gunung Guntur pada umumnya didominasi oleh gempa tektonik jauh," kata Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam keterangannya, Sabtu. 

Disebutkannya, dalam periode 1-20 Maret 2026, Gunung Guntur mengalami gempa vulkanik dangkal sebanyak satu kali, 79 kali gempa vulkanik dalam. Selain itu 21 kali gempa tektonik lokal yang sekali gempa terasa pada skala I MMI, dan 36 kali gempa tektonik jauh. 

Menurut Lana, gempa vulkanik dalam mengalami peningkatan terutama pada 18 hingga 19 Maret 2026 yakni sebanyak 34 kejadian. Gempa vulkanik dalam meningkat lagi pada keesokan harinya, tepatnya pada Jumat, 20 Maret 2026, yang tercatat sebanyak 26 kali kejadian.

"Gempa tektonik lokal empat kali kejadian dan gempa tektonik jauh  empat kali kejadian," ujarnya menambahkan. 

Lana mengatakan sebaran hiposenter atau kedalaman titik pusat gempa vulkanik dalam pada periode Maret 2026 terkonsentrasi pada kedalaman 2,5-6,5 kilometer di bawah puncak, dengan orientasi sebaran episenter berarah barat laut-tenggara. Menurut Lana, arah atau sebaran itu bersesuaian dengan struktur atau kelurusan yang dominan pada area tersebut.

"Kemunculan gempa vulkanik dalam mengindikasikan adanya migrasi atau perpindahan magma dari kantong magma dalam ke arah dangkal atau permukaan," katanya. 

Gunung api setinggi 2.249 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu sampai saat ini berada pada Level I atau Normal. Badan Geologi merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Guntur atau pengunjung tetap waspada dengan tidak mendekati kawah aktif dan dilarang menginap di area kawasan kawah aktif Gunung Guntur. 

"Tingkat aktivitas Gunung Guntur akan segera ditinjau kembali jika terdapat perubahan visual maupun kegempaan yang signifikan," ujarnya. 

Gunung Guntur merupakan kompleks gunung api andesit, yang terdiri dari kerucut tua dan kerucut muda. Kerucut tua meliputi Kamojang, Kancing, Gandapura, Gajah, Agung, Picung dan Pasir Malang. Sedangkan kerucut muda terdiri dari Gunung Masigit dengan ketinggian 2.249 mdpl, Paruhpuyan, Kabuyutan dan Guntur, yang membentuk kelurusan arah barat laut-tenggara.

Berita Lainnya

Index