SF Hariyanto Tegas: Jangan Rekayasa Data Program Nasional, Sampaikan Apa Adanya!

SF Hariyanto Tegas: Jangan Rekayasa Data Program Nasional, Sampaikan Apa Adanya!

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melakukan ekspose perkembangan sejumlah Program Strategis Nasional (PSN) yang tengah berjalan di Bumi Lancang Kuning. Program yang menjadi fokus pembahasan meliputi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, Kampung Nelayan, serta Sekolah Rakyat.

Ekspose yang digelar di Ruang Rapat Kantor Gubernur Riau, Selasa (9/6/2026), bertujuan memastikan seluruh data dan laporan terkait pelaksanaan program prioritas nasional tersebut tersusun secara lengkap dan akurat menjelang kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Provinsi Riau.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus memahami secara rinci perkembangan program di lapangan, bukan hanya sebatas administrasi.

"Dalam waktu dekat ini Menteri Dalam Negeri akan melakukan kunjungan ke Provinsi Riau. Saya ingin kita harus menyiapkan laporan terkait perkembangan program strategis nasional seperti Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Kampung Nelayan di daerah," kata SF Hariyanto.

Ia menekankan pentingnya validitas data yang disampaikan kepada pemerintah pusat. Menurutnya, laporan yang lengkap dan sesuai kondisi riil akan menjadi bukti bahwa Pemprov Riau serius melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program nasional di daerah.

"Karena kita gak mau ketika ditanya terkait Koperasi Desa Merah Putih jika datanya gak lengkap tentu yang malu juga Pemprov Riau. Artinya kalau data kita lengkap, Pemprov Riau telah melakukan pengawasan perkembangan program tersebut di daerah. Jangan ada yang direkayasa, sampaikan saja apa adanya," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Zulfadli, memaparkan perkembangan Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, Sekolah Rakyat dibagi menjadi dua kategori, yakni sekolah rintisan dan sekolah permanen. Model pembangunan tersebut disesuaikan dengan kesiapan daerah dan kebutuhan masyarakat setempat.

"Ya, kami telah melakukan ekspose tentang kesiapan Sekolah Rakyat di Provinsi Riau. Jadi, Sekolah Rakyat itu ada dua jenis, yakni rintisan dan permanen," jelas Zulfadli.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat tiga Sekolah Rakyat rintisan di Provinsi Riau. Dua di antaranya berada di Kota Pekanbaru, sementara satu lainnya berada di Kabupaten Rokan Hilir.

"Jadi di Riau itu sekolah rintisan ada tiga. Dua di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Rohil ada satu Sekolah Rakyat," terangnya.

Selain itu, pembangunan Sekolah Rakyat permanen juga terus dipersiapkan. Salah satu proyek yang saat ini sedang berjalan berada di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), dengan progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 65 persen.

"Kemudian juga kami mengekspose tentang akan ada prioritas pembangunan Sekolah Rakyat. Untuk sekarang sedang berjalan pembangunan Sekolah Rakyat di Kuansing. Progresnya sudah 65 persen. Insyaallah untuk tahun ajaran baru nanti sudah bisa beroperasi," ujarnya.

Tak hanya itu, Kementerian Sosial juga disebut akan menambah prioritas pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Rokan Hulu.

Zulfadli berharap seluruh program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan lancar di Provinsi Riau dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

"Harapan kami tentu semua program strategis nasional bisa berjalan lancar di Provinsi Riau. Karena ini tujuan mulia dari Bapak Presiden Prabowo, sehingga pemerintah daerah mensupport lahannya dan pemerintah pusat yang menyiapkan kebutuhannya," pungkasnya. **

Berita Lainnya

Index