MIMBARRIAU.COM - Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Satuan Reserse Kriminal Polres Siak akhirnya mengungkap kasus kematian dokter ACL. Mahasiswa PPDS Universitas Riau itu diduga meninggal dunia akibat dari tekanan psikologis hingga terlilit pinjaman online.
Penyebab kematian korban itu diungkap Polres Siak saat rilis bersama sejumlah dokter forensik di RS Bhayangkara Polda Riau. Termasuk dokter psikologi forensik dari Universitas Islam Riau dan ahli lain.
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos mengungkap dari hasil olah TKP diketahui korban ditemukan dalam posisi terlentang di semak belukar sekitar lima meter dari pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak. Bahkan di dekat korban ditemukan tas berisi berbagai perlengkapan medis.
"Di dekat korban ditemukan tas berisi berbagai perlengkapan medis, antara lain stetoskop, obat anestesi Propofol, ampul Lidocaine, spuit yang berisi Fentanyl Citrate dan Rocuronium Bromide, serta sejumlah jarum suntik," kata Raja Kosmos, Selasa (4/8/2026).
Selain itu, rekaman CCTV menunjukkan korban berjalan seorang diri menuju lokasi kejadian pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia. Dalam rekaman tidak terlihat adanya orang lain yang mendampingi korban.
Fakta lain terungkap hasil autopsi menyatakan terdapat bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban. Ini diduga sebagai jalur masuk obat Rocuronium ke dalam tubuh.
"Pemeriksaan toksikologi menemukan kandungan Rocuronium pada sampel urine, darah, dan ginjal korban. Ahli forensik menyimpulkan kematian disebabkan efek Rocuronium yang mengakibatkan kelumpuhan total otot pernapasan sehingga korban mengalami mati lemas (asfiksia)," kata Kosmos.
Adapun memar pada kepala tidak menjadi penyebab kematian. Sedangkan luka-luka lain pada tubuh merupakan luka pasca kematian akibat aktivitas serangga.
"Tak hanya itu saja, pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Riau juga menguatkan bahwa bercak darah pada jarum suntik identik dengan DNA korban. Sehingga menunjukkan jarum tersebut digunakan oleh korban sendiri dan mengandung Rocuronium," kata Kosmos.
Fakta paling penting adalah hasil pemeriksaan psikologi forensik terungkap korban mengalami tekanan psikologis. Tekanan itu berasal dari tekanan finansial hingga beban pendidikan PPDS.
"Sebagai peserta PPDS Anestesi, korban juga memiliki pengetahuan dan akses terhadap obat-obatan anestesi yang kemudian menjadi faktor yang mempermudah tindakan bunuh diri. Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap telepon genggam korban," kata Raja Kosmos.
"Ada juga ditemukan riwayat utang pinjaman online dan penggunaan uang berlebihan untuk suatu kegiatan," kata Kosmos lagi.
Polisi menyimpulkan penyebab kematian korbab sebagai akibat dari perbuatannya sendiri. Polres Siak menyampaikan duka mendalam kepada keluarga dan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya tim dokter forensik, Laboratorium Forensik Polda Riau, ahli psikologi forensik, serta seluruh saksi yang telah membantu proses penyelidikan. **