Bulog Siaga Satu, Stabilisasi MinyaKita dan Beras untuk Redam Inflasi

Bulog Siaga Satu, Stabilisasi MinyaKita dan Beras untuk Redam Inflasi
Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.

JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menginstruksikan seluruh jajaran di daerah untuk bergerak cepat menggelar operasi pasar. 

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan melonjaknya harga MinyaKita yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. 

Instruksi ini disampaikan usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Jakarta. 

Rizal menegaskan bahwa operasi pasar khusus MinyaKita akan dimulai dalam satu atau dua hari ke depan, dengan wilayah DKI Jakarta sebagai prioritas utama sebelum bergerak ke seluruh Indonesia.

"Bulog akan selalu memberikan pelayanan terbaik untuk rakyat dan bekerja semaksimal mungkin menjaga stabilitas harga, sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto," tegas Rizal Ramdhani.

Selain MinyaKita, operasi pasar ini juga menyasar komoditas beras. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), beras menyumbang inflasi sebesar 0,03%, sehingga intervensi harga di pasar menjadi krusial untuk menjaga daya beli masyarakat.

Beberapa langkah taktis yang diambil Bulog meliputi Rapat Evaluasi Nasional, Melakukan pemetaan harga sembako secara daring untuk mengidentifikasi penyebab kenaikan harga di tiap daerah. 

Penambahan Kuota, Bulog telah mengajukan permintaan tambahan kuota MinyaKita kepada Kementerian Perdagangan guna mengatasi kekosongan stok di pasar-pasar tradisional.

Peredaman Spekulasi, Kehadiran Bulog secara fisik di pasar diharapkan dapat memutus rantai spekulasi harga yang merugikan konsumen.

Langkah proaktif ini bukanlah hal baru bagi Bulog. Lembaga ini memiliki rekam jejak yang solid dalam menjaga stabilitas pangan, terbukti dari keberhasilan mengendalikan harga selama periode Natal 2025, Tahun Baru 2026, hingga memasuki masa Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dengan percepatan distribusi dan operasi pasar ini, Bulog optimis dapat meredam kepanikan publik serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau. **

Berita Lainnya

Index