Misteri Guru Hantu di SDN 037 Tambusai Utara: Data Kepsek dan Realita Lapangan Berbeda Jauh

Misteri Guru Hantu di SDN 037 Tambusai Utara: Data Kepsek dan Realita Lapangan Berbeda Jauh
Kepala Sekolah SDN 037 Tambusai Utara Rohul, Umi Uswatun Hasanah

MimbarRiau.com - Kondisi pendidikan di SDN 0037 Tambusai Utara kini tengah menjadi sorotan tajam. Bukan karena prestasi akademiknya, melainkan karena adanya dugaan ketidakterbukaan pihak sekolah terkait jumlah tenaga pengajar serta kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan.

Isu mengenai "Guru Hantu" mencuat setelah muncul perbedaan pernyataan yang kontras antara pimpinan sekolah dan tenaga pengajar di lapangan. Kepala Sekolah SDN 037, Umi Swatun Hasanah, memberikan keterangan yang membingungkan terkait jumlah stafnya.

13 maret 2026 Pernyataan Kepsek: Umi Uswatun Hasanah mengklaim bahwa terdapat lima orang guru honorer yang aktif mengajar di sekolah tersebut.

5 nov 2025 Pernyataan Guru: Sebaliknya, pengakuan mengejutkan datang dari guru honorer setempat yang menyatakan bahwa hanya ada satu orang guru honorer yang benar-benar bertugas.

Ketidaksinkronan data ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan wali murid dan masyarakat: Ke mana anggaran untuk empat guru lainnya bermuara jika memang mereka tidak ada di lokasi? Sangat janggal jika dalam satu lingkungan sekolah yang kecil, antar pengelola tidak mengetahui jumlah pasti rekan sejawat mereka sendiri.

upaya beberapa kali wartawan datang ke sekolah ingin bertemu kepsek untuk konfirmasi agar berita yang terbit berimbang, tapi tidak dapat berjumpa kepsek, dan baru bisa bertemu 13 maret 2026.

Selain isu administrasi guru, pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang menyedihkan. Gedung SDN 037 Tambusai Utara tampak sangat tidak terawat.

"Kelihatannya seperti bangunan yang diabaikan. Halaman semrawut dan fasilitas fisik banyak yang rusak. Jika kepala sekolahnya ada, seharusnya pemeliharaan dasar bisa dilakukan," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi lingkungan belajar yang kumuh ini dikhawatirkan dapat mengganggu psikologis dan kenyamanan siswa dalam menuntut ilmu. Publik kini mendesak Dinas Pendidikan terkait untuk segera turun tangan melakukan audit, baik terhadap transparansi anggaran insentif guru maupun kelayakan fasilitas bangunan.

Situasi di SDN 037 ini mengindikasikan adanya masalah manajemen yang serius di bawah kepemimpinan Umi Uswatun Hasanah. Ketidaksesuaian jumlah guru honorer sering kali menjadi celah terjadinya penyalahgunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).***

Berita Lainnya

Index