Pemprov Riau Paparkan Capaian Program MBG Kepada Kantor Staf Presiden

Pemprov Riau Paparkan Capaian Program MBG Kepada Kantor Staf Presiden
Asisten II Setda Riau Helmi

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi bersama Kedeputian III Kantor Staf Presiden Republik Indonesia di Ruang Kenanga Kantor Gubernur Riau, Senin (28/9/2026).

Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi didampingi Asisten II Setda Riau Helmi tersebut membahas terkait perkembangan Program Makan Bergizi Gratis, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pembangunan Pemuda dan Olahraga.

Asisten II Setda Riau, Helmi memaparkan capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kunjungan verifikasi KSP tersebut. Dikatakannya, untuk capaian di Riau melampaui target awal.

"Di Riau, dari target 677 SPPG, telah terdaftar 785 SPPG, dengan 672 SPPG beroperasional. Penerima manfaat telah mencapai 1.549.481 orang dari potensi sekitar 2,01 juta penerima, dengan dukungan lebih dari 32 ribu relawan," kata Helmi.

Dikatakannya, selain kuantitas, Pemprov Riau juga fokus pada mutu dan keamanan pangan. Di mana, per 21 September 2026, dari 791 SPPG berdasarkan Data BGN, sebanyak 710 telah mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dan 673 SPPG telah memiliki SLHS.

"Artinya, sekitar 94,79 persen dari SPPG yang telah mengajukan sudah memiliki SLHS. Selain itu, 28.045 penjamah pangan telah mendapatkan pelatihan. Bagi kami, yang terpenting bukan sertifikatnya semata, tetapi memastikan standar higiene, sanitasi dan keamanan pangan tersebut benar-benar diterapkan," tegasnya.

Helmi menambahkan, dengan 1,5 juta penerima manfaat, kebutuhan pangan MBG sangat besar dan menjadi peluang ekonomi lokal. Untuk 672 SPPG, kebutuhan setiap bulan antara lain sekitar 3.098 ton beras, 1.915 ton daging ayam, lebih dari 6,1 juta butir telur, 620 ton ikan, 5.164 ton buah, dan 1.549 ton sayur.

"Karena itu, MBG juga kami pandang sebagai peluang untuk memperkuat rantai pasok lokal, dengan melibatkan petani, peternak, pembudidaya ikan, UMKM dan pelaku usaha daerah. Dengan demikian, program gizi berjalan dan pada saat yang sama ekonomi lokal ikut bergerak," pungkasnya. ***

Berita Lainnya

Index