Dumai - Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, Riau, terus mendorong penguatan investasi dan peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal, mengatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat mewakili Wali Kota Dumai menghadiri Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) KADIN Provinsi Riau 2026 di Grand Elite Hotel, Pekanbaru, Kamis (24/9/2026).
Fahmi mengatakan realisasi investasi Kota Dumai pada semester I 2026 mencapai Rp5,57 triliun atau 43,90 persen dari target Rp12,07 triliun. Capaian tersebut diharapkan terus meningkat melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan dunia usaha.
“Di semester I tahun 2026, realisasi investasi Kota Dumai mencapai Rp5,57 triliun dengan persentase realisasi mencapai 43,90 persen dari target Rp12,07 triliun. Kami meyakini bahwa realisasi investasi ini bisa tercapai dan dampaknya dirasakan masyarakat melalui kerja sama yang baik bersama KADIN, khususnya KADIN Kota Dumai,” ujar Fahmi.
Menurut Fahmi, pertumbuhan investasi perlu diikuti dengan penguatan pelaku usaha lokal agar manfaat perkembangan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Salah satu upaya yang didorong Pemko Dumai adalah meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Sebagai kota yang terus bertumbuh, tentu UMKM di Kota Dumai juga ikut bertumbuh dan berkontribusi dalam perekonomian. Pemko Dumai sangat mendukung upaya UMKM naik kelas, baik melalui kualitas, kuantitas, hingga mencapai produk kelas internasional,” tambah Fahmi.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Riau juga menyoroti perkembangan ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Riau tercatat 4,75 persen pada triwulan II 2026. Dari sisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Riau menjadi penyumbang keenam terbesar secara nasional dan terbesar kedua di antara provinsi di luar Pulau Jawa.
Realisasi investasi Provinsi Riau pada triwulan II 2026 juga mencapai Rp20,23 triliun, tumbuh 59,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Plt. Gubernur Riau S.F. Hariyanto berharap KADIN dapat memperkuat perannya dalam mendorong perkembangan ekonomi daerah.
“Kami berharap KADIN harus menjadi katalisator, kolaborator, dan penggerak utama pembangunan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Rapimprov KADIN Riau 2026 menjadi forum koordinasi dan sinkronisasi berbagai langkah strategis dunia usaha, termasuk penetapan program kerja KADIN, pembagian tugas organisasi, serta pengambilan keputusan yang akan dipertanggungjawabkan dalam Musyawarah Provinsi (Muprov).
Pemko Dumai berharap kolaborasi dengan KADIN dan pelaku usaha dapat terus diperkuat sehingga pertumbuhan investasi berjalan beriringan dengan pengembangan UMKM dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. ***

