MIMBARRIAU.COM - Usai viral, terkuak kondisi ekonomi Susanah memprihatinkan.
Setelah sebelumnya viral disebut Prabowo mendapat upah Rp700 ribu dari mengupas bawang, ternyata kondisi Susanah dan keluarganya begitu memprihatinkan.
Sebelumnya Susanah sendiri viral disebut Presiden Prabowo Subianto mendapat upah sebesar 700 ribu dari mengupas bawang.
Setiap harinya Susanah bekerja sebagai tukang jahit kain majun dari pagi sampai siang.
Untuk mendapat upah yang lebih, Susanah bekerja sebagai pencuci ompreng di dapur MBG.
Padahal, Susanah hanya mendapat upah 700 perak dari menjahit kain majun setiap harinya.
Sehingga setiap harinya ia rata-rata hanya mengantongi upah uang sebesar 14 ribu saja.
"Ke MBG-nya setiap hari pakai motor berangkatnya dari sini. Bareng berdua sama saudara juga," ujar kakak ipar Susanah, Wina.
Susanah saat ini masih memiliki dua anak yang masih sekolah sedangkan suaminya sendiri hanya tukang kuli bangunan yang upahnya tidak menentu.
Semua keluarga Susanah memiliki profesi yang sama dengannya.
Rumau Susanah yang tidak begitu besar menjadi lokasi keluarga Susanah bekerja menjahit kain majun.
"Disini dari ujung sana keluarga semua. Ya semuanya sama sih di menjahit gini. Kalau saya sendiri ya bagian menyusunnya," ucapnya.
Sementara itu, rumah Susanah sendiri tidak begitu luas.
Halaman depannya penuh dengan kain majun dan terdapat satu mesin jahit.
Semua keluarganya berkumpul dan sedang menjahit.
Ternyata profesi Susanah pengupas bawang gaji Rp700 ribu perkg yang disebut Prabowo aslinya adalah seorang penjahit dan relawan MBG.
Dalam daftar delapan sosok yang dipilih untuk hadir dalam pidato kenegaraan Prabowo, Susanah tercatat berasal dari Kota Bogor.
Informasi itu berbeda dengan penyebutan Prabowo yang menyebut Susanah berasal dari Kabupaten Bogor.
Perbedaan data tersebut menjadi perhatian karena menyangkut identitas salah satu warga yang mendapat kesempatan hadir dalam agenda kenegaraan.
Susanah sendiri merupakan penerima manfaat PKH yang kisahnya diangkat dalam rangkaian agenda tersebut.
Namanya menjadi salah satu sosok yang mendapat sorotan setelah diperkenalkan langsung oleh Presiden Prabowo.
Perbedaan informasi juga ditemukan dalam artikel yang dipublikasikan di situs resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI. Dalam artikel dituliskan sosok Susanah. Susanah ditulis sebagai ibu tiga anak yang berusia 38 tahun.
Ia berasal dari Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Dia tamatan sekolah dasar (SD). Anak pertama sudah lulus SMA, kedua masih SMP, dan si bungsu SD.
Ditulis dalam artikel, Susanah menjalani dua pekerjaan.
Saat pagi Susanah bekerja sebagai penjahit kain majun,kain percata atau potongan sisa bahan yang dijadikan menjadi lap pembersih.
Ia menjahit dari pukul 07.00 WIB sampai siang.
Dia mendapat upah Rp700 per kilogram.
Dalam satu hari, Susanah mampu menjahit 20 kilogram kain majun.
Pukul 13.00 WIB, Susanah beralih profesi menjadi pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Dia bertugas sebagai pencuci ompreng.
Susanah memiliki suami bernama Didim.
Sang suami bekerja sebagai buruh bangunan.
Keduanya berusaha mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anaknya.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan pada Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai salah satu warga yang hadir dalam agenda tersebut.
"Hari ini hadir bersama kita ibu Susanah, dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengann upah Rp 700 ribu per kilogram," kata Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi sorotan, terutama terkait nominal upah yang disebutkan Prabowo dalam pidatonya.
Diduga terdapat kekeliruan dalam penyebutan besaran penghasilan Susanah sebagai buruh pengupas bawang.
Meski demikian, hingga kini belum terdapat konfirmasi resmi mengenai dugaan kekeliruan nominal upah tersebut. **