215 santri antusias ikuti program Istana untuk Anak Sekolah

215 santri antusias ikuti program Istana untuk Anak Sekolah

MIMBARRIAU.COM - Sebanyak 215 santri dari Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta dan Pondok Pesantren Al-Wathoniyah Pusat Jakarta antusias mengikuti program Istana untuk Anak Sekolah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

"Suasana antusias dan penuh keceriaan kembali menghiasi Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa pagi, 14 Juli 2026. Sebanyak 215 santri dari Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta dan Pondok Pesantren Al-Wathoniyah Pusat Jakarta mengikuti program Istana untuk Anak Sekolah untuk mengenal lebih dekat pusat pemerintahan Indonesia," sebagaimana dikutip dari unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet).

Dalam kegiatan tersebut, para santri diajak mengenal lebih dekat lingkungan Istana Kepresidenan sekaligus memahami peran Istana sebagai pusat pemerintahan Indonesia.

Para peserta berkesempatan melihat langsung sejumlah area di lingkungan Istana serta memperoleh penjelasan mengenai proses pengambilan keputusan strategis negara yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.

Kunjungan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi para santri untuk mengenal tata kelola pemerintahan sejak dini, sekaligus menumbuhkan semangat untuk bercita-cita, berprestasi, dan mengabdi kepada bangsa di masa mendatang.

"Pengalaman ini menjadi ruang belajar yang menginspirasi, sekaligus menumbuhkan semangat untuk bermimpi, berprestasi, dan kelak mengabdi bagi bangsa, karena setiap anak Indonesia berhak melihat bahwa mimpi besar bisa dimulai dari mana saja; termasuk dari langkah kecil menyusuri Istana hari ini," tulis unggahan tersebut.

Program Istana untuk Anak Sekolah merupakan kegiatan yang terbuka bagi peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk sekolah, madrasah, dan pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pembukaan Istana Kepresidenan merupakan bagian dari keinginan Presiden Prabowo untuk memberikan pengalaman langsung kepada pelajar mengenai sejarah bangsa dan proses pemerintahan.

Kunjungan 215 santri dari dua pondok pesantren di Jakarta itu diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menumbuhkan inspirasi bagi generasi muda dan melahirkan calon pemimpin Indonesia pada masa depan. *

Berita Lainnya

Index