Hitung-hitungan Janggal! Anggaran Makan RSJ Tampan Melambung, Diduga Tak Sesuai Jumlah Pasien

Hitung-hitungan Janggal! Anggaran Makan RSJ Tampan Melambung, Diduga Tak Sesuai Jumlah Pasien
ilustrasi mark up

PEKANBARU – Alokasi anggaran belanja makanan dan minuman pasien di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Provinsi Riau, tahun anggaran 2025 tengah memicu sorotan publik. Pasalnya, terdapat selisih angka yang cukup mencolok antara pagu anggaran yang ditetapkan dengan fakta di lapangan.

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek pengadaan melalui metode e-purchasing ini memiliki nilai pagu fantastis mencapai Rp 6.736.800.000. 

Anggaran ini direncanakan untuk durasi kontrak selama sembilan bulan, terhitung mulai Maret hingga November 2025, yang artinya rata-rata alokasi per bulan mencapai sekitar Rp 748,5 juta.

Berdasarkan hasil penelusuran terbaru, saat ini tercatat ada sebanyak 267 pasien yang sedang menjalani perawatan di RSJ Tampan. Selain itu, merujuk pada standar biaya makan dan minum pasien, ditemukan angka rata-rata sebesar Rp 60.000 per orang per hari.

Jika data tersebut dikalkulasikan, maka total biaya harian untuk 267 pasien adalah sebesar Rp 16.020.000. Dalam hitungan satu bulan (30 hari), estimasi anggaran yang dibutuhkan seharusnya hanya berkisar di angka Rp 480,6 juta.

Analisis terhadap angka-angka di atas menunjukkan adanya selisih yang sangat signifikan, yakni sekitar Rp 267,9 juta per bulan, jika dibandingkan dengan rata-rata pagu bulanan sebesar Rp 748,5 juta yang dianggarkan oleh pihak rumah sakit.

Munculnya selisih ratusan juta rupiah per bulan ini memicu pertanyaan terkait transparansi dan akurasi penyusunan anggaran di lingkungan RSJ Tampan. 

Masyarakat dan pemerhati kebijakan publik mendesak agar pihak rumah sakit memberikan rincian transparan mengenai komponen apa saja yang dimasukkan ke dalam paket e-purchasing tersebut.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa penggunaan APBD Riau benar-benar efisien dan tidak terjadi pemborosan anggaran di tengah kebutuhan publik lainnya yang masih tinggi.

Hingga berita ini diterbitkan, Direktur RSJ Tampan belum memberikan komentar resmi terkait adanya selisih anggaran yang menjadi sorotan tersebut. (Rin) 

Berita Lainnya

Index