JAKARTA - Sebanyak 1.051 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) atau KDKMP dilaporkan mengundurkan diri dari penugasan. Kondisi tersebut terjadi di tengah proses penempatan puluhan ribu manajer yang akan mengelola operasionalisasi Kopdes Merah Putih di berbagai daerah.
Dari puluhan ribu manajer yang mendapatkan penugasan, sebagian datang ke kantor PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendiskusikan penempatan mereka.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota mengatakan, kedatangan sejumlah manajer tersebut dilakukan untuk membahas penempatan mereka.
Agrinas sendiri mendapat mandat untuk membangun gerai sekaligus mengelola operasionalisasi Kopdes Merah Putih selama dua tahun pertama.
“Dengan itikad baik hendak mendiskusikan penempatan mereka, sebagian manajer KDKMP datang ke kantor Agrinas Pangan Nusantara, sebagai instansi yang diberi mandat untuk membangun gerai dan mengelola operasionalisasi KDKMP selama dua tahun pertama,” tulis Joao melalui postingan di akun instagram @bung.joaomota, dikutip Minggu (4/10).
Menurut Joao, para manajer yang datang langsung ke kantor Agrinas mengaku terkejut dan terharu karena dapat berdiskusi mengenai penempatan mereka. “Para manajer ini mengaku terkejut dan terharu, karena langsung diterima untuk berdiskusi soal penempatan mereka,” ujarnya.
Dalam proses tersebut, sebanyak 27.099 manajer Kopdes Merah Putih telah menandatangani offering letter sebagai tanda sah menerima penugasan. Mereka berasal dari berbagai daerah dan desa di pelosok Indonesia.
Namun, tidak seluruh offering letter berujung pada penerimaan penugasan. Sebanyak 969 orang tercatat menolak offering letter, sedangkan 532 lainnya kedaluwarsa. Jika ditotal, artinya sebanyak 1.051 manajer mengundurkan diri.
"Sebanyak 969 orang menolak offering letter dan 532 kedaluwarsa," tulisnya.
Meski demikian, Joao menilai keberhasilan Kopdes Merah Putih nantinya tidak hanya bergantung pada penempatan manajer, tetapi juga kerja sama dengan perangkat desa dan masyarakat setempat.
“Dengan kerja sama erat antara pengelola KDKMP, perangkat desa dan seluruh warga setempat, maka rancangan KDKMP sebagai penggerak ekonomi desa akan terwujud,” pungkasnya. ***

