Belum Mengering Sempurna, Ternyata Bangunan Jalan Bhakti Panipahan Rusak Akibat Dilewati Paksa Kendaraan VIAR.

Belum Mengering Sempurna, Ternyata Bangunan Jalan Bhakti Panipahan Rusak Akibat Dilewati Paksa Kendaraan VIAR.

MIMBARRIAU.COM - Penanggung Jawab Anggaran pembangunan infrastruktur swakelola Jalan Bhakti RT. 004, RW. 028, Dusun XIV Telaga, Kepenghuluan Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir memberikan klarifikasi dan membantah dengan adanya tudingan gagal mutu serta pengerjaan yang dilakukan secara asal - asalan yang di lakukan oleh pihaknya terkait pemberitaan sebelumnya di media ini.

Faktor penyebab kerusakan pada bangunan yang baru dikerjakannya itu bukan lah di sebabkan oleh pengerjaan yang di lakukan asal - asalan melainkan dirusak oleh pihak pengusaha yang tidak bertanggung jawab dengan melewati bangunan menggunakan beban berat dengan kondisi bangunan yang belum mengering sepenuhnya.

"Jalan itu rusak karena di lewati kendaraan Viar milik pengusaha dengan kondisi bangunan pada saat itu belum kering secara menyeluruh," ujar Khairul Azmi pada Jum'at (31/07/2026).

Ia menjelaskan, setelah selesai dikerjakan pada hari itu, bangunan itu diguyur hujan deras pada malam harinya, kemudian keesokan harinya bangunan itu di buka paksa untuk di lalui kendaraan oleh pihak pengusaha setempat sehingga menyebabkan kerusakan parah akibat aktivitas kendaraan operasional pengusaha yang melebihi kapasitas tonase beban berat.

"Bagaimana bangunan tidak rusak, hari ini selesai dikerjakan, besok pagi sudah di lalui kendaraan bebat berat sehingga menyebabkan bangunan amblas, karena belum sepenuhnya mengering," terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk mendapatkan kualitas bangunan yang baik minimal di lakukan pengeringan selama 3 x 24 Jam tanpa dilalui kendaraan.

"Berkali - kali kita lakukan perbaikan besoknya berlubang lagi, paling tidak tiga hari baru kering sepenuhnya, baru bisa lalui," tambahnya.

Ia juga berharap adanya pengertian serta kerja sama yang baik bagi para pengusaha untuk tidak mengisi muatan kendaraan yang overload sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada fisik bangunan yang ada di sepanjang Jalan Bhakti Panipahan.

"Mohon untuk kerjasamanya kepada pihak pengusaha untuk membatasi muatan yang melebihi tonase ketika melewati infrastruktur jalan yang ada kampung kita ini," pungkasnya.Bahar

Berita Lainnya

Index