PEKANBARU – Sangat disayangkan, aset negara berupa videotron berukuran besar yang berada di area Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Provinsi Riau, dibiarkan mangkrak dan tidak berfungsi selama bertahun-tahun.
Fasilitas yang seharusnya menjadi sarana penyampaian informasi publik ini kini hanya tampak seperti kerangka besi yang tidak terawat.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (23/04/2026), videotron tersebut tampak mati total. Padahal, pengadaan sarana informasi digital ini diketahui menelan anggaran yang tidak sedikit, mencapai angka miliaran rupiah saat pembangunannya.
Keberadaan videotron ini sejatinya memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik. Selain sebagai estetika kawasan rumah sakit, fasilitas ini dapat menjadi corong informasi utama bagi RSJ Tampan untuk mensosialisasikan layanan unggulan, program kesehatan jiwa masyarakat, hingga informasi edukasi terkait penanganan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).
Mangkraknya aset ini dinilai sebagai bentuk pemborosan anggaran negara jika tidak segera dilakukan perbaikan atau pemeliharaan secara berkala.
Hingga berita ini dipublikasikan, Direktur RSJ Tampan, dr. Prima Wulandari, belum memberikan keterangan resmi terkait alasan mengapa videotron tersebut dibiarkan rusak dalam waktu yang sangat lama.
Upaya konfirmasi terus dilakukan untuk mempertanyakan apakah ada kendala teknis, anggaran pemeliharaan yang tidak tersedia, atau ada faktor lain yang menyebabkan fasilitas mahal tersebut dibiarkan menjadi "sampah visual" di halaman rumah sakit.
Masyarakat berharap pihak manajemen RSJ Tampan segera mengambil langkah nyata untuk melakukan perbaikan agar aset tersebut dapat kembali bermanfaat bagi kepentingan publik dan tidak terkesan membuang-buang anggaran daerah. (Rin)