Miris, Pos Damkar Tambang Senilai Ratusan Juta Terbengkalai dan Jadi Tempat Nongkrong

Miris, Pos Damkar Tambang Senilai Ratusan Juta Terbengkalai dan Jadi Tempat Nongkrong

KAMPAR - Kondisi memprihatinkan terlihat pada dua bangunan milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kampar yang terletak di Kecamatan Tambang. 

Meski telah menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah, fasilitas publik ini justru dibiarkan mangkrak dan tidak difungsikan pasca rampung dibangun.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kedua aset tersebut meliputi Pos Damkar yang dibangun pada tahun 2024 dengan alokasi anggaran sebesar 200 juta rupiah, serta bangunan tandon air yang dibangun pada tahun 2025 dengan anggaran sebesar 100 juta rupiah.

Total anggaran yang mencapai 300 juta rupiah dari uang rakyat tersebut seolah terbuang sia-sia. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bangunan tersebut akan dioperasikan secara resmi untuk melayani masyarakat di wilayah Tambang dan sekitarnya.

Kondisi bangunan saat ini sangat miris. Karena tidak ada aktivitas kedinasan, fasilitas ini mulai mengalami kerusakan dini dan ditumbuhi semak belukar. 

Lebih parah lagi, area bangunan tandon air yang seharusnya menjadi tempat penampungan air justru beralih fungsi menjadi tempat nongkrong.

Terlihat sampah gelas plastik berserakan dan terdapat alas tidur yang ditinggalkan di dalam bangunan, mengindikasikan tempat tersebut digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sangat disayangkan, pembiaran bangunan ini berdampak langsung pada respon cepat penanganan bencana. 

Sebagai contoh, saat terjadi kebakaran di Desa Rimbo Panjang pada bulan puasa tahun 2026 lalu, seharusnya Pos Damkar Tambang ini bisa berfungsi maksimal untuk memberikan bantuan awal secara cepat.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan di balik belum difungsikannya kedua bangunan tersebut. 

Ketidakpastian ini menimbulkan pertanyaan besar terkait perencanaan dan efektivitas penggunaan anggaran di dinas terkait.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kampar, Yuricho Efril, saat dikonfirmasi terkait masalah ini belum memberikan tanggapan atau pernyataan resmi sedikit pun. 

Masyarakat berharap agar aset tersebut segera difungsikan sebelum bangunan mengalami kerusakan lebih parah. (Rin) 

Berita Lainnya

Index