Diduga Tutup Drainase dan Bangun Pagar di Atas Anak Sungai, Proyek PT SDS Tuai Sorotan Warga

Selasa, 19 Mei 2026 | 22:22:56 WIB

DUMAI - Pembangunan pabrik pengolahan SBE (Spent Bleaching Earth) dan fasilitas Solvent Extraction milik PT Sari Dumai Sejati (PT SDS) yang merupakan bagian dari Apical Grup di kawasan industri Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai menuai sorotan tajam dari masyarakat sekitar.

Pasalnya, proyek industri tersebut diduga menutup drainase lingkungan hingga membangun pagar beton di atas aliran anak sungai. Kondisi itu disebut-sebut menjadi penyebab kawasan sekitar perusahaan kerap mengalami banjir saat hujan turun.

Pantauan di lokasi pada Senin (19/05/2026), terlihat pembangunan pagar beton membentang panjang di sisi jalan kawasan industri. Di sejumlah titik, drainase tampak tertutup timbunan tanah merah dan konstruksi pagar berdiri sangat dekat dengan aliran parit maupun anak sungai.

Bahkan, warga menilai pembangunan tersebut terkesan dilakukan tanpa memperhatikan dampak lingkungan bagi masyarakat sekitar.

“Dulu air lancar mengalir, sekarang sering tergenang. Kalau hujan deras sedikit saja sudah banjir,” ungkap Anggara, warga sekitar perusahaan.

Ia mengaku merasa dirugikan atas pembangunan tembok perusahaan tersebut. Menurutnya, selain menutup drainase, pembangunan pagar juga diduga melewati batas tanah dan berada terlalu dekat dengan jalur utilitas milik PLN.

“Pembangunan ini seperti semena-mena. Drainase tertutup, akses air terganggu, bahkan tiang dan jalur PLN juga terlihat sangat dekat dengan pagar perusahaan,” ujarnya.

Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan sikap Pemerintah Kota Dumai yang dinilai seolah tutup mata terhadap proyek pembangunan tersebut.

Masyarakat menilai Pemko Dumai terkesan mandul dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas pembangunan industri berskala besar di kawasan Sungai Sembilan.

“Kalau masyarakat kecil bangun sedikit saja cepat ditegur. Tapi kalau perusahaan besar seperti ini seolah dibiarkan,” kata seorang warga lainnya.

Dari dokumentasi lapangan, tampak aliran drainase di sepanjang sisi pagar mengalami penyempitan bahkan tertutup timbunan tanah proyek. Di titik lain, pagar beton perusahaan terlihat berdiri tepat di sisi anak sungai yang selama ini menjadi jalur pembuangan air kawasan tersebut.

Warga khawatir apabila kondisi itu terus dibiarkan, banjir akan semakin parah dan berpotensi merendam permukiman masyarakat sekitar. (Rin) 

Terkini