Tragedi Ujian Praktik IPA: Siswa SMP di Siak Tewas Akibat Ledakan Senapan Rakitan 3D

Kamis, 09 April 2026 | 10:16:00 WIB

SIAK - Suasana ujian praktik IPA di SMP Islamic Center Siak yang semula penuh antusiasme berubah menjadi duka mendalam. 

Seorang pelajar berprestasi berinisial MA (15), dilaporkan meninggal dunia setelah alat peraga sains buatannya meledak saat diuji coba di hadapan guru dan rekan-rekannya pada Rabu (8/4/2026).

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di lapangan sekolah. Saat itu, sekolah sedang menyelenggarakan ujian praktik yang diikuti oleh lima kelompok siswa. 

MA, yang dikenal sebagai siswa kreatif, sedang mempresentasikan karya kelompoknya yang diberi nama 'Sains Show Tembakan Mas Ketir'.

Alat peraga tersebut merupakan sebuah senapan rakitan yang komponen utamanya dicetak menggunakan teknologi printer 3D. 

Sebelum melakukan uji tembak, MA sempat menunjukkan tanggung jawabnya dengan meminta teman-teman satu kelompoknya untuk menjauh dari area sasaran demi keamanan. 

Namun, sesaat setelah pelatuk ditarik, unit senapan tersebut justru meledak hebat di tangan korban.

Kekuatan ledakan menyebabkan material senapan hancur berkeping-keping. Serpihan tajam dilaporkan mengenai dinding aula sekolah dan yang paling fatal, menghantam bagian kepala korban. MA mengalami luka robek yang sangat serius di area kepala bagian depan hingga belakang.

Pihak sekolah segera melarikan korban ke RSUD Siak untuk mendapatkan pertolongan darurat. Sayangnya, meski tim medis telah berupaya maksimal, nyawa remaja berusia 15 tahun tersebut tidak tertolong. 

Tim dokter menyatakan korban meninggal dunia akibat trauma berat pada bagian kepala.

Kapolres Siak, AKBP Sepuh Siregar, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Dalam penyelidikan awal, polisi menemukan sejumlah barang bukti krusial di lokasi ledakan, antara lain selongsong proyektil, gotri (bola besi kecil), sisa serbuk hitam yang diduga sebagai bahan pendorong.

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, menambahkan bahwa fokus penyelidikan saat ini adalah menguji komposisi kimia dari serbuk hitam tersebut. 

"Kami akan mengirimkan sampel serbuk ini ke Laboratorium Forensik Polda Riau untuk memastikan apakah zat tersebut tergolong bahan peledak berbahaya atau bukan," jelasnya.

Kepergian MA meninggalkan duka mendalam bagi civitas akademika SMP Islamic Center Siak. Berdasarkan keterangan para guru, MA adalah sosok pelajar yang menonjol di bidang akademik dan memiliki kreativitas tinggi. 

Ide pembuatan senapan rakitan tersebut murni berasal dari pemikiran korban yang ingin mengeksplorasi teknologi cetak 3D dalam sains.

Hingga saat ini, area lapangan sekolah masih dipasangi garis polisi. Pihak kepolisian juga tengah mendalami prosedur pengawasan guru saat ujian praktik berlangsung guna memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam penggunaan bahan-bahan berbahaya di lingkungan sekolah. **

Terkini