Modernisasi Transportasi Publik, Pemkot Pekanbaru Siapkan Uji Coba Belasan Bus Listrik

Kamis, 09 April 2026 | 10:01:06 WIB

MimbarRiau.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru tengah melakukan inovasi  pada sistem transportasi massal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Bertuah.

Langkah strategis ini diawali dengan rencana uji coba operasional belasan armada bus listrik yang dijadwalkan meluncur pada tahun ini.

Inovasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan transportasi yang lebih efisien sekaligus berkelanjutan.

Armada bertenaga baterai tersebut disiapkan secara khusus untuk memperkuat layanan Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) di sejumlah koridor utama yang memiliki mobilitas tinggi.

Penggunaan kendaraan ramah lingkungan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program pengurangan emisi karbon.

Dengan beralih ke energi listrik, Pekanbaru berupaya menekan tingkat polusi udara yang selama ini dihasilkan oleh kendaraan berbahan bakar fosil.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa penambahan armada bus listrik ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi kota.

Namun ia mengklarifikasi bahwa status armada tersebut saat ini masih dalam tahap pengujian untuk melihat efektivitasnya di medan jalanan kota.

"Kita sedang memperbaiki sistem transportasi umum di Pekanbaru. Kita ada tambahan bus listrik, bus listrik ini bukan beli, tapi kita baru uji coba," papar Agung Nugroho, Rabu (8/4/2026).

Pembenahan layanan ini tidak hanya berhenti pada pembaruan jenis kendaraan semata, tetapi juga menyentuh aspek sarana pendukung lainnya.

Pemkot Pekanbaru kini tengah menggesa perbaikan fasilitas halte yang selama ini menjadi keluhan masyarakat agar lebih layak dan nyaman. Selain itu, manajemen operasional bus juga mendapat sorotan tajam agar jadwal kedatangan dan keberangkatan armada di setiap titik pemberhentian menjadi lebih presisi.

Agung Nugroho menambahkan bahwa ketepatan waktu adalah kunci utama untuk menarik minat masyarakat kembali menggunakan transportasi umum.

Oleh karena itu, pihaknya terus mengevaluasi interval antar bus (headway) guna meminimalisir waktu tunggu penumpang yang terlalu lama.

"Tentunya nanti tidak hanya soal busnya dibaguskan, fasilitasnya juga sudah kita perbaiki, tapi ketepatan waktu juga sedang kita lakukan," urai Agung lebih lanjut.

Dari sisi manajerial, Pemkot Pekanbaru juga sedang mempertimbangkan perubahan skema pengelolaan Bus TMP secara mendasar.

Agung membuka peluang besar bahwa operasional layanan transportasi massal ini ke depannya akan diserahkan kepada pihak swasta atau tenaga profesional yang ahli di bidangnya.

Langkah ini diambil untuk memastikan tata kelola bus berjalan secara mandiri dan kompetitif dibandingkan sistem birokrasi konvensional.

Sistem baru yang direncanakan ini akan mengadopsi model tata kelola transportasi kota-kota metropolitan maju yang menerapkan skema pembelian layanan atau Buy The Service (BTS).

Dengan skema ini, pemerintah tidak lagi dibebani oleh biaya perawatan rutin kendaraan, melainkan lebih fokus pada pengawasan standar pelayanan minimum yang diberikan oleh operator kepada masyarakat.

"Kita akan mencontoh sistem yang mengelola di DKI Jakarta atau di kota-kota maju lainnya. Jadi pemerintah nanti hanya bayar buy the service per kilometer saja kepada operator," tutup Agung.

Melalui transformasi ini, Pemerintah Kota Pekanbaru optimis dapat mewujudkan sistem transportasi yang modern, mandiri energi, dan memiliki standar pelayanan yang setara dengan kota-kota besar di tingkat nasional.**

Terkini