DUMAI - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Dumai, Provinsi Riau, memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui program Ngopi Bareng Ayah (NBA) di RoTu Cafe & Resto, Jalan Tengku Ahmad, Kelurahan Bagan Besar Timur, Rabu (7/10/2026).
Melalui diskusi santai dan terbuka, kegiatan ini mendorong para ayah agar tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga terlibat aktif dalam pengasuhan, membangun komunikasi yang sehat, mengawasi pergaulan anak, serta menciptakan rasa aman di lingkungan keluarga.
Kepala DPPPA Kota Dumai, Ridhonaldi, mengatakan, perlindungan anak dari kekerasan seksual membutuhkan perhatian dan keterlibatan semua pihak, terutama keluarga.
“Kekerasan seksual terhadap anak merupakan persoalan yang tidak boleh kita anggap sepele. Anak harus mendapatkan rasa aman, baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan sosialnya. Karena itu, peran ayah sangat penting untuk hadir, mendengarkan, membangun komunikasi dengan anak, serta mengetahui lingkungan pergaulan dan aktivitas anak,” ujar Ridhonaldi.
Ia menegaskan, upaya perlindungan anak tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan sinergi antara keluarga, masyarakat, satuan pendidikan, pemerintah, aparat penegak hukum, hingga lingkungan kelurahan.
Kanit IV Satreskrim Polres Dumai, Aiptu Azuar, menyatakan, kesiapan kepolisian untuk berkontribusi dalam pencegahan dan penanganan tindak kriminal, khususnya kekerasan seksual terhadap anak.
“Kami dari kepolisian siap berkontribusi dan menjadi garda terdepan dalam menangani setiap tindakan kriminal, termasuk kekerasan seksual terhadap anak. Kami mengajak masyarakat untuk tidak takut melapor apabila mengetahui atau menemukan adanya dugaan tindak kekerasan terhadap anak,” ungkap Aiptu Azuar.
Dukungan juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, Mukhlis Suzantri. Menurutnya, sektor pendidikan memiliki peran penting dalam mencegah kekerasan terhadap anak melalui bimbingan dan pendampingan oleh guru di satuan pendidikan.
“Dinas Pendidikan Kota Dumai siap berkontribusi dalam upaya mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap anak, khususnya melalui penguatan bimbingan dan pendampingan yang dilakukan oleh setiap guru di lingkungan satuan pendidikan. Guru memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman, membangun komunikasi yang baik, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak,” ujar Mukhlis.
Camat Bukit Kapur, Teguh Widodo, turut mengapresiasi pelaksanaan program Ngopi Bareng Ayah. Ia menilai kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya keterlibatan semua pihak dalam melindungi anak.
“Kami sangat mengapresiasi adanya kegiatan Ngopi Bareng Ayah ini. Kegiatan seperti ini sangat memberikan pengaruh positif dalam memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, khususnya di wilayah Kecamatan Bukit Kapur. Melalui kegiatan ini, kita dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua,” ujar Teguh.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satgas Dulrempak, Forum LPKM, Forum RT, serta tamu undangan lainnya.
Melalui program Ngopi Bareng Ayah, DPPPA Kota Dumai berharap semakin banyak ayah yang terlibat aktif dalam pengasuhan dan perlindungan anak. Kolaborasi keluarga, masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak di Kota Dumai. ***

