Lanud Rsn Paparkan Kondisi Terkini Karhutla Riau Kepada Pangkoopsudnas

Lanud Rsn Paparkan Kondisi Terkini Karhutla Riau Kepada Pangkoopsudnas

PEKANBARU - Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (Lanud Rsn) Marsma TNI Abdul Haris, paparkan kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kepada Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsekal Madya TNI Minggit Tribowo. 

Pertemuan tersebut dilaksanakan melalui hybrida disampaikan  Lanud Rsn tergabung dalam Satgas Udara terus bersiaga meski dilaporkan Karhutla di Riau sudah terkendali. 

"Pertemuan digelar melalui video conference bersama pak Pangkoopsudnas kemarin di  Ruang Operasi Lanud Rsn. Kita melaporkan Satgas Udara prinsipnya terus memberikan dukungan selama upaya penanggulangan. Bahkan hingga saat ini kita juga terus bersiaga," kata Danlanud Selasa (29/9/26). 

Disampaikan juga, berdasarkan pemantauan dari udara pada tanggal 28 September 2026 kemarin masih terdapat tiga titik api di Kabupaten Indragiri Hulu. Kebakaran lahan itu terbilang relatif kecil. Namun, Satgas Udara langsung melaksanakan satu sorti misi water bombing dengan 10 kali bombing menggunakan helikopter.

Berdasarkan data satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 NASA, hari ini terpantau 12 hotspot kategori sedang di wilayah Riau. Lanud Rsn langsung meningkatkan kesiapsiagaan dan berencana akan melaksanakan patroli udara untuk memastikan titik hospot tersebut.

Kemudian, juga menyiagakan empat helikopter water bombing untuk segera dikerahkan apabila ditemukan titik api yang memerlukan penanganan dari udara.

"Patroli udara difokuskan di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir, sesuai dengan sebaran hotspot yang terpantau," papar Danlanud. 

Sementara Pangkoopsudnas menyampaikan apresiasi atas kontribusi signifikan Satgas Udara Lanud Roesmin Nurjadin dalam penanggulangan karhutla di Riau.

“Terima kasih kepada Komandan Lanud Roesmin Nurjadin dan seluruh Satgas Udara. Semoga penanganan karhutla di Riau semakin tuntas sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan maksimal,” ujarnya.

Pangkoopsudnas juga menekankan pentingnya peningkatan koordinasi dengan seluruh stakeholder serta optimalisasi alutsista udara yang tersedia, sehingga setiap peluang munculnya hotspot dapat segera ditekan dan Riau terbebas dari asap. ***

Berita Lainnya

Index