Ujung Tanjung - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar jajaran Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hilir di Ujung Tanjung tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat nilai moral dalam pelaksanaan tugas kepolisian melalui semangat green policing yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Bupati Rokan Hilir, Wakil Bupati Rokan Hilir, Ustaz Abdul Somad (UAS), serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat.
Turut hadir pimpinan Pondok Pesantren Al Majidiyah, Ketua Pengadilan Negeri Rokan Hilir, Danyon dan Dansat Brimob Menggala, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Rokan Hilir, Wakapolres Rokan Hilir, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta jemaah yang mengikuti tabligh akbar.
Dalam sambutannya, Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seyogianya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana untuk mengaktualisasikan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Menurutnya, Rasulullah SAW mengajarkan kasih sayang, kepedulian, serta larangan melakukan kerusakan di muka bumi. Nilai-nilai tersebut dinilai memiliki relevansi dengan semangat green policing, yakni pendekatan kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mendorong pencegahan, kepedulian sosial, dan keberlanjutan lingkungan.
“Meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai rahmat bagi alam merupakan bagian dari upaya kita mewujudkan green policing yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengatakan, menjaga lingkungan bukan semata-mata persoalan pekerjaan institusi tertentu, melainkan tanggung jawab bersama. Karena itu, jajaran kepolisian mengajak masyarakat memulai kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan membuang sampah sembarangan, jangan merusak tanaman, dan jangan mencemari sungai. Dari hal-hal sederhana seperti inilah semangat green policing dapat tumbuh,” katanya.
Semangat tersebut, lanjutnya, juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan kepolisian yang semakin dekat dengan masyarakat. Polisi diharapkan mampu menjalankan tugas dengan pendekatan yang humanis, mengedepankan pencegahan, membangun kepercayaan publik, serta hadir di tengah masyarakat.
Sementara itu, Bupati Rokan Hilir H.Bistamam menyampaikan penghargaan atas kehadiran Kapolda Riau beserta rombongan dan Ustaz Abdul Somad dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Rokan Hilir.
Ia berharap tausiah yang disampaikan UAS dapat menambah wawasan keagamaan, meningkatkan ketakwaan, sekaligus memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.
Menurut Bupati, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak dipahami semata sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan tersebut perlu menjadi ruang untuk menghayati kembali akhlak Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
“Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan Polres Rokan Hilir, sehingga komitmen untuk melayani masyarakat semakin kuat dan hubungan antara polisi dengan masyarakat semakin dekat,” ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh elemen daerah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, aman, tertib, dan sejahtera.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada jemaah yang akan melaksanakan ibadah umrah serta Ustaz Abdul Somad.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau juga memberikan hadiah umrah kepada salah seorang anggota Polri yang terpilih setelah membaca doa pada kegiatan tersebut.
Akhlak Rasulullah dan Etika terhadap Lingkungan
Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad mengajak jemaah memahami keteladanan Nabi Muhammad SAW secara lebih luas. Menurutnya, akhlak Rasulullah SAW tidak hanya tercermin dalam hubungan antarmanusia, tetapi juga dalam bagaimana manusia memperlakukan makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.
Ia menjelaskan, ajaran Islam memberikan perhatian terhadap tumbuhan dan kelestarian alam. Karena itu, manusia tidak semestinya melakukan tindakan yang merusak lingkungan tanpa alasan yang dibenarkan.
Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan konsep green policing yang dikembangkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
UAS juga mengajak jemaah membiasakan diri melakukan kebaikan meskipun tampak sederhana. Ia menggambarkan pentingnya menanam dan merawat tumbuhan sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kehidupan.
Pesan tersebut menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan teknis, melainkan juga bagian dari etika dan tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Dalam kesempatan itu, UAS juga menyinggung kepedulian Kapolda Riau terhadap kelestarian satwa dan habitatnya, termasuk keterlibatan dalam upaya penangkaran gajah di kawasan Minas.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut mempertemukan pesan keagamaan dengan tanggung jawab sosial dan ekologis. Keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya ditempatkan sebagai nilai spiritual, tetapi juga diterjemahkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, penguatan hubungan antara polisi dan masyarakat, serta komitmen bersama menjaga keberlanjutan kehidupan di Rokan Hilir. ***

