MIMBARRIAU.COM — Dua kampus asal Riau, Universitas Riau (Unri) dan Universitas Islam Riau (UIR), memastikan langkah ke babak Regional Barat Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu ke-VI Tahun 2026. Keduanya siap membawa nama Riau bersaing di tingkat nasional.
Capaian ini menjadi sinyal kuat daya saing mahasiswa Riau dalam isu demokrasi dan kepemiluan. Kompetisi yang digelar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia tersebut mendorong lahirnya gagasan kritis dan argumentasi berbasis regulasi dalam merespons dinamika penegakan hukum pemilu.
Pada babak Regional Barat yang berlangsung 22–25 Agustus 2026, Unri dan UIR akan menghadapi tim-tim terbaik dari berbagai provinsi. Penilaian akan menitikberatkan pada ketajaman analisis, kekuatan argumentasi, serta pemahaman terhadap isu penegakan hukum pemilu.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Riau, Nanang Wartono, mengapresiasi capaian tersebut dan berharap kedua tim tampil maksimal.
“Selamat kepada UNRI dan UIR. Ini momentum menunjukkan kualitas mahasiswa Riau di tingkat nasional,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi ruang pembelajaran untuk membangun tradisi berpikir kritis, memperkuat pemahaman regulasi, serta menumbuhkan generasi muda yang peduli dan berintegritas dalam demokrasi.
Bawaslu Riau berharap keberhasilan ini memicu partisipasi lebih luas dari perguruan tinggi dalam penguatan demokrasi melalui pengawasan partisipatif.
Sementara itu Ketua Bawaslu Riau, Alnofrizal, menilai keberhasilan ini menjadi indikator positif tumbuhnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya demokrasi dan penegakan hukum pemilu.
“Mahasiswa adalah energi intelektual demokrasi. Kehadiran mereka dalam forum seperti ini penting untuk memastikan demokrasi kita terus dijaga dengan nalar kritis, integritas, dan keberanian menyampaikan kebenaran,” kata Alnofrizal. **