Viral SD di Kampar Sudah 22 Tahun Berdinding Triplek, Wabup: Kenapa Tak Dibenahi Pemerintahan Sebelumnya?

Viral SD di Kampar Sudah 22 Tahun Berdinding Triplek, Wabup: Kenapa Tak Dibenahi Pemerintahan Sebelumnya?

TAPUNG - Sekolah dasar (SD) kelas jauh di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, yang berdinding triplek dan dalam kondisi darurat menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.

Sekolah tersebut ternyata telah berdiri selama 22 tahun, sejak 19 Juli 2004.

Namun, Wakil Bupati Kampar Misharti mengaku baru mengetahui keberadaan sekolah itu setelah video kondisi bangunannya vviral

Misharti mengatakan pemerintah selama ini tidak mengetahui keberadaan sekolah tersebut karena statusnya merupakan kelas jauh dari SD Negeri 007 Desa Sungai Agung, Kecamatan Tapung.

"Makanya pas saya dikasih tahu wartawan, saya bilang sekolah itu sudah berapa berapa tahun, mereka bilang sejak 2004, berarti sudah 22 tahun. Kepemimpinan kami baru satu tahun," kata Misharti.

"Kenapa (pemerintah) tahun-tahun sebelumnya tidak dibenahi. Karena sekolah ini kelas jauh, memang tidak dilaporkan ke pemerintah. Yang dilaporkan hanya anak-anak di SDN 007 induknya, sehingga pemerintah tidak tahu ada ternyata sekolah di sini dan dibutuhkan masyarakat di sini," sambung dia.

Sekolah Berdinding Triplek

Kondisi sekolah tersebut diperlihatkan dalam video yang dibuat salah seorang guru bernama Romawati.

Dalam video itu, Romawati menunjukkan bangunan sekolah yang terdiri dari tiga ruangan. Dindingnya terbuat dari triplek, sedangkan atapnya menggunakan seng.

Menurut Romawati, kondisi bangunan sudah darurat dan membutuhkan perhatian pemerintah.

Ia juga menjelaskan bahwa hanya ada dua guru yang mengajar siswa kelas satu hingga kelas enam.

"Kelas satu sampai enam dibagi menjadi tiga kelas. Jadi satu ruangan satu orang guru pegang tiga kelas," kata Romawati dalam video yang dilihat, Senin (21/9/2026).

Romawati mengatakan video tersebut dibuat agar kondisi sekolah mendapat perhatian pemerintah.

"Saya memohonkan kepada bapak kepala daerah Kabupaten Kampar untuk membantu bangunan sekolah kami ini, pak. Kami sangat berharap bantuan dari bapak, karena bangunan sekolah kami sudah darurat, pak," ucap Romawati.

Ia juga menyebut sudah banyak alumni sekolah tersebut yang melanjutkan pendidikan hingga menjadi sarjana. 

Pemkab Turun Tangan Setelah Viral

Setelah video kondisi sekolah viral, Misharti bersama Camat Tapung dan Camat Tapung Hulu mendatangi sekolah tersebut.

Misharti bertemu dan berbincang dengan Romawati untuk mengetahui kondisi sekolah secara langsung.

Dalam pertemuan itu, Romawati mengaku sempat merasa tidak enak karena video yang dibuatnya dinilai seolah-olah menjelekkan pemerintah.

"Saya jadi enggak enak, seakan-akan saya menjelekkan pemerintah. Saya kan tidak menjelekkan pemerintah," kata Romawati.

Misharti kemudian mengatakan pemerintah justru bersyukur mendapat informasi mengenai keberadaan sekolah tersebut.

"Saya pemerintah bersyukur juga, akhirnya pemerintah tahu ada sekolah ini. Kalau tidak (ada publikasi) ya kita tidak tahu," kata dia.

Ia mengatakan Pemkab Kampar akan membahas persoalan tersebut bersama Bupati Kampar untuk menentukan langkah penanganan.

Akan Dibahas untuk Dibenahi

Misharti mengatakan pemerintah akan merapatkan dan mendiskusikan kondisi sekolah tersebut.

Ia membuka kemungkinan pemerintah membantu pembangunan sekolah meski statusnya merupakan sekolah yang dibangun secara swadaya masyarakat.

"Jika nanti diambil keputusan misalnya, karena sekolah ini swadaya masyarakat, mungkin ya kita bisa bantu bangun dengan kondisi yang ada. Jadi, nanti tetap dilanjutkan sekolah di sini agar anak-anak bisa bersekolah. Kami support untuk pendidikan itu," kata Misharti.

Misharti mengaku tidak mengetahui sebelumnya bahwa ada sekolah kelas jauh tersebut.

Ia mengatakan pemerintah akan berupaya membenahi persoalan pendidikan di lokasi tersebut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Misharti belum memberikan jawaban. ***

Berita Lainnya

Index