BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten Bengkalis menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak sekaligus bantalan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso dalam kegiatan Dialog Interaktif Luar Studio dengan topik "UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat di Daerah Perbatasan" yang digelar di Balai Kerapatan Wisma Daerah Kabupaten Bengkalis. Senin, 21 September 2026.
Acara strategis ini disiarkan secara langsung melalui Radio Republik Indonesia (RRI) dan kanal YouTube resmi Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis.
Dalam pemaparannya, Wakil Bupati Bengkalis menyoroti karakteristik unik geografis wilayah Bengkalis yang terbagi atas wilayah daratan dan pesisir. Menurutnya, dinamika ekonomi di kedua wilayah ini memiliki pola yang berbeda. Jika poros Mandau, Pinggir dan Batin Solapan mencatatkan pertumbuhan ekonomi dari sektor perdagangan domestik, maka wilayah pulau dan pesisir seperti Pulau Bengkalis memiliki potensi besar pada perdagangan lintas batas negara memanfaatkan hasil alam.
Sebagai contoh nyata, Wakil Bupati mengungkapkan adanya keberhasilan pelaku usaha lokal dalam mengolah arang tempurung kelapa yang kini telah menembus pasar internasional dan siap diekspor ke Tiongkok dengan kontrak mencapai 28 ton. Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan logistik ekspor terkait kesiapan pelabuhan yang harus dipecahkan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menjabarkan tiga makna penting pertumbuhan UMKM bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis, pertama, penggerak ekonomi daerah, saat ini tercatat ada sekitar 56.379 UMKM di Kabupaten Bengkalis. Jumlah yang besar ini menjadi atensi utama pemerintah untuk memberikan pendekatan sekaligus dorongan nyata.
Kedua, pencipta lapangan kerja, di tengah keterbatasan kuota penerimaan pegawai pemerintahan atau tenaga kerja formal, UMKM hadir sebagai kesempatan emas dan wadah penyerapan tenaga kerja yang mandiri bagi masyarakat.
Ketiga, tumpuan dan penguat ekonomi, UMKM diharapkan mampu menjadi penyeimbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bengkalis yang selama ini didominasi oleh sektor minyak dan gas (migas). Pemerintah daerah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi di sektor riil dapat berjalan linier dengan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah berencana mengintegrasikan gerakan ekonomi ini dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok usaha, serta seluruh sentra ekonomi rakyat yang produktif.
Di akhir penyampaiannya, Wakil Bupati memberikan motivasi kepada para mahasiswa dan generasi muda yang hadir untuk berani terjun menjadi pengusaha. Ia menekankan bahwa sebuah daerah akan mencapai tingkat kesejahteraan yang sangat tinggi apabila memiliki jumlah pengusaha yang lebih banyak daripada buruh atau karyawan. Sinergi yang sehat antara pengusaha dan penguasa (pemerintah) dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan negeri yang berkah dan sejahtera.
Dalam dialog Wabup Bengkalis didampingi Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha LPP RRI Yonas Markus Tuhuleruw, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bengkalis Muhammad Ridho Nosa dan Rektor Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis Dr. Khodijah Ishak. turut dihadiri Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Anwar Mujahid Adhy Trisnanto, Kepala LPP RRI Padang Yulian S. Saaba dan Kepala LPP RRI Pekanbaru Agung Prasatya Rosihan Umar. Turut hadir Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Anwar Mujahid Adhy Trisnanto, Kepala LPP RRI Padang Yulian S. Saaba dan Kepala LPP RRI Pekanbaru Agung Prasatya Rosihan Umar. ***

