ROKAN HILIR - Puluhan emak-emak warga Simpang Joko, Kepenghuluan Persiapan Murini Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir (Rohil), menghadang rombongan Bupati Rohil Bistamam, Sabtu (5/9/2026) sore.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup parah di lintasan Bagan Batu menuju Tanjung Medan.
Warga menilai kerusakan jalan yang dipenuhi lubang dan debu tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Mereka kemudian turun ke jalan dan menghentikan rombongan kepala daerah yang melintas di kawasan Simpang Joko.
Sambil membawa sejumlah poster dari karton, puluhan emak-emak meminta rombongan Bupati Rohil berhenti. Aksi tersebut berlangsung sekitar belasan menit.
Bistamam yang berada di dalam kendaraan bersama istrinya, Tatik Rahayu, serta Sekretaris Daerah Rohil Fauzi Efrizal, kemudian turun menemui warga.
Bupati berdialog langsung dengan masyarakat dan mendengarkan keluhan terkait kondisi jalan yang selama ini menjadi akses penting bagi warga.
Dalam dialog tersebut, Bistamam menyampaikan komitmennya untuk memperbaiki ruas jalan yang dikeluhkan masyarakat.
Menurutnya, jalan lintas sepanjang sekitar satu kilometer tersebut akan diupayakan masuk dalam program APBD Perubahan 2026.
"Jalan ini akan diperbaiki dan diagendakan dimasukkan dalam APBD Perubahan Tahun 2026 ini," ujar Bistamam sebagaimana dilansir dari GoRiau.com.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Bupati Rohil, warga kemudian membuka blokade dan membubarkan diri secara tertib.
Meski demikian, warga menegaskan mereka tidak hanya membutuhkan janji, tetapi juga realisasi perbaikan jalan.
"Kami butuh bukti, bukan janji, karena banyak janji kampanye belum ditepatinya," tegas salah seorang warga yang ikut dalam aksi tersebut.
Warga berharap pernyataan Bupati Rohil tersebut benar-benar diwujudkan dengan segera memperbaiki jalan yang rusak. Mereka juga meminta Ketua Tim Penggerak PKK Rohil, Tatik Rahayu, turut mengawal aspirasi masyarakat tersebut.
Warga berharap alat berat segera turun dan pekerjaan perbaikan benar-benar dilakukan, sehingga akses transportasi masyarakat kembali nyaman dan tidak lagi terganggu oleh lubang maupun kepulan debu. *

