Pengumuman Calon Penghulu Rohil Ditunda, Muncul Dugaan Ada Peserta Diduga Timses Ikut Tes Ulang

Ahad, 06 September 2026 | 11:32:36 WIB

ROKAN HILIR - Tahapan Pemilihan Penghulu Serentak Tahap I Tahun 2026 di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kembali menjadi sorotan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kepenghuluan (DPMK) Rohil resmi menunda tahapan penetapan bakal calon penghulu yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus hingga 5 September 2026.

Penundaan tersebut tertuang dalam surat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kepenghuluan Kabupaten Rokan Hilir Nomor 900/DPMK/2026/461, tertanggal 4 September 2026, dengan perihal Penundaan Tahapan Penetapan Bakal Calon Penghulu. 

Dalam surat yang ditandatangani Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kepenghuluan Rohil, Basri, SKM., M.KL, dijelaskan bahwa tahapan penyaringan bakal calon penghulu telah dimulai sejak 24 Agustus sampai 27 Agustus 2026 melalui tes tertulis dan wawancara.

Selanjutnya, tahapan dilanjutkan dengan tes membaca Al-Qur'an bagi bakal calon penghulu yang beragama Islam serta pemahaman agama bagi bakal calon non-Muslim pada 28-29 Agustus 2026.

Sementara itu, tahapan penetapan bakal calon penghulu semula dijadwalkan mulai 30 Agustus hingga 5 September 2026.

Namun, melalui surat tersebut, DPMK Rohil meminta panitia pemilihan penghulu serentak untuk menunda pengumuman penetapan bakal calon tertulis, wawancara dan tes membaca Al-Qur'an bagi calon yang beragama Islam serta pemahaman agama bagi calon non-Muslim sampai pelaksanaan tahapan tersebut selesai. 

Penundaan ini kemudian menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Sebelumnya, ramai diperbincangkan di media sosial Facebook mengenai dugaan adanya sejumlah calon penghulu yang disebut-sebut pernah menjadi bagian dari tim sukses Bupati Rohil, namun tidak lolos dalam pengumuman hasil seleksi.

Dalam informasi yang beredar tersebut juga muncul dugaan bahwa beberapa calon kemudian kembali mengikuti tes di Mess Bupati Rohil.

Belum diketahui secara pasti siapa saja calon yang dimaksud maupun apakah benar terdapat peserta yang mengikuti tes ulang di lokasi tersebut. Informasi tersebut sejauh ini masih sebatas perbincangan dan dugaan yang beredar di media sosial.

Kondisi itu pun memunculkan spekulasi di tengah masyarakat bahwa dugaan adanya tes ulang tersebut berkaitan dengan keputusan DPMK Rohil menunda pengumuman hasil seleksi bakal calon penghulu.

Namun, belum ada keterangan resmi dari pihak DPMK Rohil yang membenarkan maupun membantah dugaan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kepenghuluan Kabupaten Rokan Hilir, Basri, serta Sekretaris PMK Rohil, Syafruddin, saat dikonfirmasi terkait alasan penundaan dan isu dugaan tes ulang tersebut belum memberikan keterangan.

Masyarakat kini menunggu penjelasan resmi pemerintah daerah agar tidak muncul spekulasi lebih jauh terkait proses seleksi calon penghulu serentak di Kabupaten Rokan Hilir.

Terlebih, proses pemilihan penghulu merupakan bagian penting dalam menentukan pemimpin pemerintahan di tingkat kepenghuluan. Karena itu, transparansi, keterbukaan informasi dan kepastian bahwa seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang sama menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses tersebut. *

Terkini