H-7 Menuju Seminar Nasional: Garda Hijau Nasional Siap Bedah Dilema Kehutanan Bersama Rocky Gerung

Jumat, 23 Januari 2026 | 23:39:09 WIB

PEKANBARU – Menghitung mundur tujuh hari jelang perhelatan besar, konsorsium Garda Hijau Nasional menyatakan kesiapan penuh untuk menggelar Seminar Nasional bertajuk "Dilema Kebijakan Kehutanan, Kerusakan Lingkungan, dan Masa Depan Bumi". 

Acara bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada pekan depan di Hotel Grand Elit, Pekanbaru, tepatnya tanggal 31 Januari 2026 mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai.

Garda Hijau Nasional sendiri merupakan kekuatan gabungan dari Delapan NGO dan yayasan lingkungan lintas sektor, yakni:

Yayasan Bertuah Sakti Nusantara (YBSN)

Yayasan Pelopor Sehati

Yayasan Masyarakat Pemerhati Lingkungan dan Jalan Raya (Mapelhut Jaya) 

Sulusulu Foundation

LSM Komunitas Rakyat Ekonomi Kecil (KOREK)

LSM Bhaladhika Adhyaksa Nusantara (BAN)

Gerakan Pemuda Islam (GPI)

Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (GERBRAK)

Koordinator GERBRAK Riau sekaligus perwakilan Garda Hijau Nasional, Muhajirin Siringo Ringo, menegaskan bahwa persiapan teknis maupun non-teknis telah mencapai titik maksimal. 

Ia memastikan acara ini akan menjadi panggung diskusi intelektual yang tajam dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan regional.

"Kami menghadirkan Rocky Gerung, akademikus dan filsuf Indonesia yang dikenal dengan daya kritisnya, bersanding dengan Dr. Machfudz, Sekjen Kementerian Kehutanan RI untuk menguliti kebijakan kehutanan dari kacamata pemerintah dan logika publik," ujar Muhajirin.

Tak hanya itu, seminar ini juga menghadirkan deretan tokoh berpengaruh lainnya:

Irjen Pol. Herry Heryawan (Kapolda Riau): Jenderal yang dikenal luas atas dedikasinya pada pelestarian alam dengan jargon ikonik, "Jagalah alam, maka alam akan menjaga kita".

SF Haryanto: Pemimpin dan birokrat berpengalaman yang memahami seluk-beluk tata kelola di Provinsi Riau.

Dr. Elvriadi: Pakar lingkungan kebanggaan Riau yang selama ini konsisten mengadvokasi hak-hak masyarakat di bidang lingkungan.

Selain membedah kebijakan, agenda ini menjadi wadah konsolidasi bagi yayasan dan NGO lingkungan se-Provinsi Riau. Tujuannya jelas: berbagi ilmu, menyatukan persepsi, dan merumuskan solusi nyata demi kelestarian alam Bumi Lancang Kuning.

"Kami ingin kegiatan ini menghasilkan kebaikan yang sangat besar bagi peserta yang hadir. Ini bukan sekadar seremoni, tapi langkah konkret untuk masa depan bumi," tambah Muhajirin.

Menutup keterangannya, Muhajirin berharap doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar acara yang tinggal menghitung hari ini berjalan sukses sesuai harapan bersama. **

Terkini