PEKANBARU – Atmosfer perjuangan lingkungan di Riau kembali membara. Koalisi besar yang menamakan diri Laskar Lingkungan Riau siap menggebrak lewat Seminar Lingkungan Nasional pada 30 Januari 2026 mendatang di Pekanbaru.
Tidak tanggung-tanggung, forum ini akan mempertemukan tajamnya kritik akademisi dengan pemegang kebijakan tertinggi di sektor kehutanan.
Gerakan ini merupakan hasil konsolidasi tujuh organisasi besar: Mapelhut Jaya, Yayasan Suluh Pelita Negeri, Yayasan Pelopor Sehati, YBSN, LSM Baladhika Adhyaksa Nusantara (BAN), LSM Korek, dan GERBRAK.
Berbeda dengan seminar biasa, agenda ini mengusung semangat kolaborasi lintas sektor. Laskar Lingkungan Riau memastikan akan menggandeng Polda Riau dan Pemerintah Provinsi Riau sebagai mitra strategis dalam aksi nyata penyelamatan ekosistem.
Dr. Elvriadi, praktisi lingkungan Riau selaku Pengarah Acara, menegaskan bahwa seminar ini adalah wujud kepedulian mendalam terhadap masa depan alam Riau. Ia menyoroti langkah progresif aparat kepolisian saat ini dalam upaya pemulihan lingkungan.
"Kami melihat Polda Riau saat ini sangat gencar terhadap penghijauan. Ini energi positif yang harus kita sambut. Seminar ini bukan sekadar diskusi meja formal, tapi penyatuan visi antara aktivis, pemerintah, dan penegak hukum untuk memastikan Riau kembali hijau," ujar Dr. Elvriadi.
Kehadiran Rocky Gerung dipastikan akan menjadi magnet utama untuk membedah etika lingkungan dari perspektif "Akal Sehat". Sementara itu, Dr. Mahfud, Sekretaris Kementerian Kehutanan RI, akan hadir untuk memaparkan peta jalan baru pengelolaan hutan pasca-pemisahan kementerian.
Pertemuan ini menjadi sangat krusial mengingat tantangan kehutanan di Riau yang kompleks, mulai dari isu lahan hingga upaya rehabilitasi hutan yang kini tengah digalakkan secara masif oleh berbagai pihak.
Melalui keterlibatan LSM Korek dan GERBRAK, seminar ini juga akan mengawal sisi ekonomi kerakyatan dan transparansi. Laskar Lingkungan Riau ingin memastikan bahwa semangat penghijauan yang digaungkan Polda Riau dan Pemprov tidak terhambat oleh praktik korupsi yang selama ini merusak tata kelola sumber daya alam.
"Kita ingin sinergi. Ada semangat penghijauan dari Polda, ada kebijakan dari Kementerian, dan ada kontrol sosial dari NGO. Inilah kekuatan Laskar Lingkungan Riau," tutup Dr. Elvriadi. **