Kasatgas PRR Kerahkan Tim Bantu Warga Terdampak Banjir Padang, Brimob Turunkan 300 Personel

Senin, 12 Oktober 2026 | 14:40:01 WIB

PADANG - Kasatgas PRR Tito Karnavian memastikan tim bergerak ke wilayah terdampak banjir susulan di Sumatera.Satbrimob Polda Sumbar mengerahkan 300 personel dalam tiga tim SAR untuk mengevakuasi warga di Lumin Park, Dadok Tunggul Hitam, dan Guo Kuranji, Kota Padang.

Sekitar dua jam setelah laporan awal banjir diterima, Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sumatera Barat mengerahkan 300 personel untuk membantu mengevakuasi warga Kota Padang ke tempat yang lebih aman. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kota tersebut sejak Sabtu, 10 Oktober 2026, memicu luapan sejumlah aliran sungai dan merendam permukiman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang melaporkan, luapan Sungai Lubuk Minturun merendam permukiman di Kecamatan Koto Tangah. Di Kecamatan Kuranji, tanggul sungai di kawasan Lapau Munggu dilaporkan jebol, sedangkan di Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, banjir dikaitkan dengan luapan Sungai Batang Kuranji

Luapan air menggenangi rumah warga dan sejumlah akses jalan. Kondisi tersebut mendorong petugas gabungan melakukan evakuasi, terutama terhadap warga yang terjebak genangan atau berada di kawasan rawan.

Komandan Satbrimob Polda Sumbar Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik memimpin pengerahan 300 personel yang dibagi menjadi tiga tim agar penanganan dapat dilakukan di sejumlah titik secara bersamaan.

Tim pertama dengan kekuatan 200 personel ditempatkan di Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Tim kedua, terdiri atas 50 personel dari Batalyon A Pelopor, bertugas di Dadok Tunggul Hitam. Adapun tim ketiga, beranggotakan 50 personel Detasemen Gegana, dikerahkan ke kawasan Guo Kuranji. 

Untuk mendukung operasi, Brimob menyiapkan perahu karet, mesin tempel, pelampung, helm SAR, tali penyelamatan, serta perlengkapan pendukung lainnya. Kendaraan angkut personel dan kendaraan khusus SAR juga disiagakan untuk menunjang mobilisasi petugas di lapangan.

Posko SAR Brimob didirikan di Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun. Dari lokasi tersebut, personel menjalankan operasi penyelamatan dan berkoordinasi dalam penanganan warga terdampak.

Laporan kegiatan Satbrimob Polda Sumbar mencatat sekitar 300 warga dievakuasi dari Perumahan Lumin Park. Di kawasan Guo Kuranji, petugas juga mengevakuasi 30 orang. Dengan demikian, jumlah warga yang dievakuasi Brimob dari kedua lokasi tersebut mencapai sekitar 330 orang berdasarkan laporan lapangan.

Di Lumin Park, banjir dilaporkan menggenangi sekitar 100 rumah. Sementara itu, di kawasan Guo Kuranji, lima unit rumah tercatat terdampak. Data tersebut merupakan catatan operasi Brimob dan dapat berbeda dari pendataan keseluruhan wilayah yang dilakukan instansi penanggulangan bencana. 

Banjir terjadi setelah hujan deras memicu luapan aliran Sungai Lubuk Minturun dan merendam permukiman. Pemerintah Kota Padang juga mengerahkan tim gabungan untuk mengevakuasi warga di sejumlah kawasan, termasuk Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo.

Dalam penanganan darurat, kepolisian bekerja bersama unsur terkait, termasuk BPBD, TNI, dan Basarnas. Pemerintah daerah turut mengerahkan petugas dari pemadam kebakaran, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan untuk mendukung penyelamatan serta pertolongan warga.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar warga yang terjebak genangan dapat dijangkau dan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Pada saat yang sama, petugas juga perlu memantau kondisi lapangan dan mengantisipasi kemungkinan bertambahnya genangan apabila hujan kembali turun.

Kebutuhan Darurat dan Monitor Kasatgas

Selain evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi bagian penting dalam penanganan banjir. Laporan Satbrimob Polda Sumbar mencatat kebutuhan masyarakat terdampak meliputi senter, pelampung, jas hujan, generator set (genset), power bank, makanan siap saji, dan air mineral.

Kebutuhan tersebut berkaitan dengan keselamatan warga selama kondisi darurat, terutama ketika akses menuju permukiman terganggu dan pasokan listrik atau sarana komunikasi membutuhkan dukungan tambahan. Ketersediaan makanan dan air minum juga diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang harus meninggalkan rumahnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan kawasan rawan genangan, untuk meningkatkan kewaspadaan selama hujan berintensitas tinggi masih berpotensi terjadi. Warga diminta segera menjauh dari zona berbahaya dan mengikuti arahan petugas apabila kondisi mengharuskan evakuasi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan Polri akan terus mengoptimalkan upaya pertolongan dan berkoordinasi dengan unsur terkait dalam menghadapi dampak banjir.

“Personel di lapangan terus melaksanakan tugas kemanusiaan dengan mengutamakan keselamatan warga. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengikuti arahan petugas, dan segera mencari tempat yang lebih aman apabila kondisi di sekitar tempat tinggal membahayakan,” ucapnya.

Gerak cepat kepolisian dalam membantu penanganan banjir di Padang turut dilaporkan oleh Wakasatgas III Komjen Pol Ramdani Hidayat kepada Kasatgas PRR Tito Karnavian. Sebelumnya, Tito kerap menginstruksikan semua unsur kementerian, TNI, dan Polri turun langsung mengawal pemulihan wilayah terdampak.

Tito juga selalu berkomunikasi dengan kepala daerah yang terkena bencana agar pemulihan sesuai dengan target. “Semua saya minta turun semua ke lapangan,” ujar Tito yang juga telah menugaskan tim Satgas PRR bergerak begitu kabar banjir susulan diterima.

“Kirim tim ke Sumbar dan Aceh yang terdampak,” pesannya kepada Kaposko Nasional Irjen Pol Wahyu Bintono, Senin, 12 Oktober 2026.

Atas perintah itu, hari ini diberangkatkan dua tim monitoring dan evaluasi (monev) ke Pidie Jaya dipimpin Kolonel Laut Uus Rohimat sebagai Wakatim Korwil Aceh-1, serta ke Aceh Tamiang dengan Ketua Tim Staf Posko Kolonel Dedy Sehabudin.

Sedangkan Wakarendalanev Poskonas Kolonel Laut Dr. Daniel Setiawan akan berangkat ke Aceh Tengah pada Selasa, 13 Oktober 2026. ***

Terkini