Pemko Dumai Perkuat Mitigasi Banjir dan Rob dengan EWS Berbasis IoT

Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:10:32 WIB
Pemerintah Kota Dumai secara resmi meluncurkan Early Warning System (EWS) Pemantauan Tinggi Air sekaligus menggelar aksi penanaman mangrove.

Dumai - Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, Riau, memperkuat upaya mitigasi banjir dan pasang air laut (rob) melalui peluncuran Early Warning System (EWS) pemantauan tinggi air berbasis teknologi Smart River Node di Pintu Air Jalan Siak, Gang Kakap, Kelurahan Pangkalan Sesai, Selasa (6/10/2026).

Peluncuran EWS tersebut dirangkaikan dengan aksi penanaman mangrove sebagai bagian dari Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026 di Kota Dumai.

Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, mengatakan, penguatan sistem peringatan dini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Dumai untuk meningkatkan pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko bencana, khususnya di kawasan pesisir.

"Hari ini kita sedang membangun cara baru Kota Dumai dalam menghadapi risiko bencana. Kita meresmikan Early Warning System pemantauan tinggi air sekaligus melakukan penanaman mangrove sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir Kota Dumai," ujar Sugiyarto.

Ia menegaskan, penanganan banjir rob tidak dapat dilakukan oleh satu pihak, tetapi membutuhkan sinergi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, TNI-Polri, relawan, hingga masyarakat.

"Sesuai kerangka PP Nomor 21 Tahun 2008, penanggulangan bencana pada tahap pra-bencana menekankan pentingnya kesiapsiagaan, pengurangan risiko, dan peringatan dini. Ketika banjir terjadi, persoalannya bukan hanya air, tetapi menyangkut drainase, sungai, tata ruang, hingga keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, penanganannya harus terintegrasi. Kami berharap kolaborasi dan inovasi ini dapat mewujudkan Kota Dumai yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan," tegasnya.

EWS yang diluncurkan memanfaatkan teknologi Smart River Node berbasis Internet of Things (IoT) dan Edge Computing. Sistem tersebut dirancang untuk memantau ketinggian air secara real-time sehingga informasi mengenai kondisi air dapat diterima secara lebih cepat dan akurat.

Teknologi ini diharapkan mampu mendukung deteksi dini terhadap ancaman banjir, rob, serta cuaca ekstrem di wilayah pesisir Kota Dumai sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan dalam penanganan bencana.

Rektor Institut Teknologi Mitra Gama (ITMG) Duri, Candra Surya, mengatakan, perangkat Smart River Node merupakan hasil riset perguruan tinggi yang dikembangkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Perangkat Smart River Node yang kami kembangkan ini dirancang untuk memantau ketinggian air secara real-time menggunakan pendekatan IoT dan Edge Computing. Instalasi yang terpasang di Pintu Air Sungai Dumai Jalan Siak ini merupakan wujud kolaborasi riset perguruan tinggi bersama pemerintah daerah," ujarnya.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga teknologi yang dihasilkan mampu memperkuat ekosistem peringatan dini bencana di Kota Dumai.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Dumai, Wahyu Wicaksono, mengatakan, EWS di Pangkalan Sesai menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan daerah.

"Kehadiran EWS di Pangkalan Sesai ini menjadi inovasi nyata hasil kolaborasi Pemko Dumai, BPBD, perguruan tinggi, dan mitra dunia usaha seperti PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai. Melalui sistem ini, informasi kondisi tinggi air dapat langsung kita terima lebih cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan," kata Wahyu.

Menurutnya, peluncuran EWS dan penanaman mangrove merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan PRB 2026. Kegiatan lainnya meliputi pembagian masker, pencanangan Sekolah Aman Bencana, serta penyerahan kendaraan operasional roda dua bagi kecamatan dan kelurahan untuk memperkuat penanganan bencana.

Kegiatan ditutup dengan peninjauan perangkat EWS Smart River Node di lokasi pintu air dan penanaman bibit mangrove secara bersama-sama oleh Wakil Wali Kota Dumai, jajaran Forkopimda, serta tamu undangan. ***

Terkini