Antrean BBM Mengular di Rupat, Petugas Tinggalkan Pompa Saat Jam Istirahat

Sabtu, 12 September 2026 | 13:07:15 WIB

RUPAT - Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, kembali dikeluhkan masyarakat.

Di tengah antrean kendaraan yang mengular panjang dan waktu tunggu yang disebut warga dapat mencapai berjam-jam, aktivitas pengisian BBM sempat terhenti lantaran petugas operator meninggalkan pompa dengan alasan memasuki jam istirahat.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga yang telah lama mengantre. Mereka menilai pelayanan semestinya tetap berjalan, terlebih ketika antrean kendaraan sedang padat.

Salah seorang warga, Harun, mengaku persoalan antrean panjang di SPBU tersebut bukan kali pertama terjadi.

“Setiap hari antrean minyak di sini selalu panjang. Kadang warga sudah menunggu sampai tiga jam, belum juga mendapatkan minyak. Anehnya, saat antrean masih panjang dan menumpuk, petugas malah meninggalkan pompa dengan alasan jam istirahat,” ujar Harun dengan nada kesal.

Menurut Harun, persoalan bukan semata-mata mengenai adanya waktu istirahat bagi petugas, melainkan bagaimana manajemen SPBU mengatur pergantian petugas agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.

Warga yang telah menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean mengaku kecewa apabila pelayanan tiba-tiba dihentikan tanpa adanya petugas pengganti yang mengambil alih.

Apalagi, kondisi tersebut membuat kendaraan yang sudah berada dalam antrean harus kembali menunggu hingga pelayanan dibuka.

Masyarakat berharap pihak pengelola SPBU dapat mengevaluasi pola pelayanan, termasuk pengaturan jam istirahat dan sistem pergantian atau shift operator.

Menurut warga, pengaturan jadwal yang lebih baik seharusnya dapat dilakukan sehingga hak petugas untuk beristirahat tetap terpenuhi, namun pelayanan kepada masyarakat juga tidak harus terhenti ketika antrean sedang membludak.

Warga juga meminta pihak pengelola memberikan penjelasan mengenai penyebab panjangnya antrean BBM yang terjadi hampir setiap hari serta langkah konkret yang dilakukan untuk mengatasinya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.

Masyarakat berharap persoalan antrean BBM di Pulau Rupat tidak terus berulang, karena bagi warga, mendapatkan BBM bukan sekadar urusan mengisi tangki kendaraan, tetapi juga menyangkut waktu, aktivitas, dan kebutuhan sehari-hari. (Dayat)

Terkini