INHIL - Ancaman abrasi yang terus memengaruhi kawasan pesisir Desa Kuala Selat, Kabupaten Indragiri Hilir, menjadi perhatian serius dalam upaya menjaga lingkungan sekaligus keberlangsungan kehidupan masyarakat setempat. Penguatan infrastruktur pesisir, mulai dari pemecah gelombang hingga tanggul dan fasilitas pendukung masyarakat, menjadi salah satu langkah yang dibahas dalam Rapat Koordinasi Dukungan Penataan Desa Kuala Selat bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia secara virtual di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kantor Gubernur Riau, Selasa (8/9/2026).
Penanganan kawasan pesisir diarahkan tidak hanya melalui pembangunan pemecah gelombang dan tanggul, tetapi juga dengan pengembangan mangrove serta penguatan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah juga mendorong dukungan terhadap pembangunan dermaga, jembatan, jalan lingkungan, hingga program Kampung Nelayan agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara lebih menyeluruh.
Pada kesempatan itu, Bupati Indragiri Hilir, Herman, menyampaikan bahwa abrasi telah memberikan dampak terhadap kondisi lingkungan dan produktivitas perkebunan kelapa masyarakat di Kuala Selat. Karena itu, penanganan perlu dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan pembangunan pemecah gelombang sebelum dilanjutkan dengan tanggul dan rehabilitasi mangrove.
"Kalau kita menanam mangrove tanpa terlebih dahulu membuat pemecah gelombang, tanaman tersebut akan sulit bertahan karena gelombang masih membawa material dan merusak kawasan pesisir. Kita berharap pembangunan pemecah gelombang dapat terus dilaksanakan setiap tahun, kemudian dilanjutkan dengan tanggul dan penanaman mangrove," ujarnya.
Herman juga menyampaikan kebutuhan masyarakat terhadap dermaga dan jembatan yang dapat menunjang aktivitas nelayan serta mobilitas warga di kawasan pesisir. Menurutnya, Kuala Selat juga layak didorong menjadi salah satu contoh Kampung Nelayan karena masyarakat tidak hanya memiliki mata pencaharian dari perkebunan kelapa, tetapi juga memiliki potensi perikanan yang besar.
"Kita berharap Kuala Selat dapat menjadi salah satu contoh Kampung Nelayan karena potensi perikanannya cukup besar. Masyarakat dapat mengembangkan usaha perikanan di samping berkebun kelapa sehingga sumber pendapatan mereka menjadi lebih beragam," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan bahwa kebutuhan infrastruktur dasar di Kuala Selat perlu dikonsolidasikan dengan kementerian sesuai dengan kewenangan dan program yang tersedia. Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir telah menyiapkan bahan usulan agar dukungan pemerintah pusat dapat diarahkan secara lebih tepat.
"Kita sudah menyiapkan bahan bersama Pak Bupati dan mengidentifikasi kementerian mana yang memiliki kewenangan terhadap masing-masing usulan. Dengan konsolidasi seperti ini, kita berharap pembangunan jembatan, tanggul, dermaga, jalan lingkungan, maupun kebutuhan lainnya dapat memperoleh dukungan secara maksimal," ungkapnya.
Ia menilai pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan upaya peningkatan kualitas lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat. Penataan Kuala Selat diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi model penyelesaian persoalan desa pesisir lainnya.
"Penanganan Kuala Selat harus dilakukan secara terpadu antara infrastruktur, lingkungan, pelayanan dasar, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kalau model ini berhasil kita terapkan secara efektif, hasilnya dapat menjadi pembelajaran dan model bagi desa-desa lain di Indragiri Hilir," tuturnya.
Menurutnya, pendekatan terpadu juga akan memudahkan pemerintah daerah dalam mengarahkan setiap usulan kepada kementerian dan lembaga yang memiliki program sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Seluruh usulan yang pernah disampaikan secara berjenjang akan terus kita dorong sesuai kewenangan masing-masing. Kita ingin penanganan Kuala Selat dilakukan secara terpadu, sehingga persoalan lingkungan, infrastruktur, pelayanan dasar, dan ekonomi masyarakat dapat ditangani bersama,” jelasnya. ***