Sekdaprov Riau Tegaskan ASN Harus Berintegritas dan Berorientasi Pelayanan

Jumat, 04 September 2026 | 20:55:16 WIB

MimbarRiau.com - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi menjadi narasumber pada Webinar BerAKHLAK Seri 12 yang diselenggarakan di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau, Jumat (4/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Syahrial Abdi menyampaikan pentingnya transformasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja saja, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan menjunjung nilai-nilai budaya Melayu dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

Mengusung tema “Transformasi ASN BerAKHLAK dan Berkinerja Tinggi yang Berbudaya Melayu untuk Pembangunan Provinsi Riau”, webinar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan implementasi nilai dasar ASN BerAKHLAK di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Syahrial Abdi menekankan bahwa ASN memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Karena itu, aparatur dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi serta mampu beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan masyarakat.

“ASN harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Bukan hanya bekerja menyelesaikan tugas, tetapi bagaimana pekerjaan tersebut memberikan manfaat dan menghasilkan dampak yang nyata,” ungkap Syahrial Abdi.

Menurutnya, nilai BerAKHLAK yang terdiri dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif harus diwujudkan dalam perilaku kerja sehari-hari, bukan sekadar menjadi slogan.

“Implementasi nilai tersebut, harus tercermin mulai dari cara ASN memberikan pelayanan, mengambil keputusan, melaksanakan tugas, membangun kerja sama, hingga mempertanggungjawabkan setiap pekerjaan yang kita lakukan,” ucapnya.

Di sisi lain, sebagai daerah yang memiliki akar budaya Melayu yang kuat, pembangunan karakter ASN di Riau perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai budaya daerah. Budaya Melayu yang mengedepankan sopan santun, musyawarah, gotong royong, serta nilai amanah dinilai relevan dalam membentuk aparatur yang berintegritas dan humanis.

“Budaya Melayu harus menjadi bagian dari karakter kita dalam bekerja. Nilai-nilai seperti santun, amanah, menghargai orang lain, bermusyawarah dan mengutamakan kepentingan bersama sangat sejalan dengan semangat BerAKHLAK,” terang Syahrial.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan masyarakat, serta tuntutan terhadap pemerintahan yang cepat dan transparan membutuhkan ASN yang adaptif dan memiliki kemampuan untuk terus belajar.

Untuk itu, pengembangan kompetensi ASN harus dilakukan secara berkelanjutan. ASN didorong tidak berhenti pada kemampuan administratif, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, inovatif, kolaboratif, dan mampu mencari solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan.

“ASN harus menjadi bagian dari solusi. Kita harus memiliki semangat untuk terus belajar, berinovasi dan berkolaborasi. Kinerja ASN pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.

Syahrial berharap penerapan nilai BerAKHLAK dapat semakin memperkuat budaya kerja di lingkungan Pemprov Riau. Dengan aparatur yang profesional, berintegritas, berkinerja tinggi, serta memiliki karakter yang kuat, birokrasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah.

“Transformasi ASN ini, menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien dan berorientasi pada hasil, sekaligus menjaga jati diri Riau sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu,” tandas Syahrial. **

Terkini