MimbarRiau.com - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau menunjukkan penurun angka yang drastis seiring terus dilakukannya upaya pemadaman, operasi modifikasi cuaca, hingga pendinginan di sejumlah wilayah. Penurunan jumlah hotspot dan firespot menjadi bukti nyata berhasilnya penaganan karhutla di Bumi Lancang Kuning.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, mengatakan berdasarkan data terbaru jumlah hotspot di Riau mengalami penurunan cukup signifikan. Begitu pula dengan firespot yang turut berkurang setelah upaya penanganan dilakukan secara intensif oleh seluruh pihak terkait.
"Alhamdulillah, kondisi Karhutla Riau hari ini jauh lebih membaik. Hotspot turun dari 62 titik menjadi 10 titik pada hari ini, sedangkan firespot turun dari 9 titik menjadi 6 titik," kata Plt Gubernur SF Hariyanto di Pekanbaru, Selasa (01/09).
Meski terjadi penurunan, Pemprov Riau tetap meminta seluruh pihak tidak lengah terhadap potensi munculnya kembali titik api. Penanganan terutama difokuskan pada wilayah yang masih terdapat kebakaran dan lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.
"Kita terus tuntaskan pemadaman dan pendinginannya. Terutama di Indragiri Hulu jadi target kita, bukan hanya hotspot turun tetapi kita pastikan api dan bara di lahan gambut benar-benar mati tidak kembali menyala," ujarnya.
Plt Gubri SF Hariyanto merinci, dari total 10 hotspot yang terdeteksi hari ini, lima titik berada di Indragiri Hulu, dua titik di Pelalawan, dua titik di Bengkalis, dan satu titik berada di Indragiri Hilir. Data tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim di lapangan untuk melakukan verifikasi dan menentukan langkah penanganan.
"Data hari ini hotspot ada di Indragiri Hulu 5 titik, Pelawan 2 titik, Bengkalis 2 titik, dan Indragiri Hilir 1 titik. Catatan kami adalah 2 hotspot di Pelalawan setelah kami lakukan verifikasi awal merupakan dari cerobong asap pabrik, bukan dari kebakaran hutan," paparnya.
Sementara itu, dari enam firespot yang masih terpantau, sebagian besar berada di Indragiri Hulu. Tim gabungan masih melakukan pemadaman di lokasi tersebut untuk memastikan api tidak meluas ke area lain.
"Firespot ini terdapat 4 titik di Indragiri Hulu masih dalam kondisi pemadaman. Indragiri Hilir 1 titik masih dalam peninginan dan Bengkalis 1 titik dalam kondisi peninginan," jelasnya.
Selain penurunan hotspot dan firespot, luasan lahan yang masih dalam penanganan juga mengalami penurunan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perkembangan dalam upaya pemadaman yang dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah, Manggala Agni, TNI Polri, dunia usaha, hingga masyarakat.
"Kemarin lebih kurang 100 hektare lahan masih ditangani, hari ini Alhamdulillah turun menjadi sekitar 58 hektare. Semua ini bisa teratasi berkat gotong royong kita bersama," ungkapnya.
Meski kondisi mulai membaik, Plt Gubri SF Hariyanto tetap menekankan pentingnya proses pendinginan, khususnya pada lahan gambut. Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi kembali memicu kebakaran setelah api di permukaan berhasil dipadamkan.
"Jadi kita tetap waspada karena upaya penanganan tentu memastikan seluruh sumber api benar-benar padam sehingga tidak menimbulkan kebakaran kembali. Begitu juga OMC, tetap kami lakukan setiap hari." pungkasnya. **