MIMBARRIAU.COM - Ketua Karang Taruna Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, M. Fadli Amanda, memberikan klarifikasi terkait polemik pengelolaan program ketahanan pangan desa yang sebelumnya menjadi sorotan dalam Musyawarah Desa (Musdes) pada 28 Agustus 2026.
Fadli menjelaskan bahwa pengelolaan program ketahanan pangan Desa Koto Tandun sebenarnya telah dibahas dan disepakati melalui Musdes pada 2025. Dalam musyawarah tersebut, pengelolaan program disepakati untuk dilaksanakan oleh Karang Taruna.
Menurutnya, pada 2026 terjadi pergantian kepengurusan Karang Taruna setelah masa kepemimpinan sebelumnya berakhir. M. Fadli Amanda kemudian terpilih sebagai ketua baru dan telah dilantik.
Pengelolaan Merupakan Estafet Kepengurusan
Fadli menegaskan bahwa pergantian ketua dan kepengurusan Karang Taruna tidak berarti program ketahanan pangan tersebut dimulai kembali dari awal.
Menurutnya, pengelolaan program merupakan estafet dari kepengurusan sebelumnya kepada kepengurusan yang baru.
Setelah pembangunan kolam selesai dan dilakukan penebaran bibit ikan lele, kepengurusan baru langsung melanjutkan kegiatan pemeliharaan. Di antaranya gotong royong membersihkan kolam, melakukan pemantauan kondisi kolam, serta memberikan pakan ikan secara rutin.
Fasilitas penerangan di sekitar kolam juga telah dipasang sehingga pemantauan dapat dilakukan pada malam hari.
Selain itu, menurut Fadli, pihaknya telah menyiapkan sumber air dari sungai melalui kerja sama dengan PT SSM untuk mendukung kebutuhan pengelolaan kolam.
“Ini bukan Karang Taruna baru mengelola ketahanan pangan. Ini merupakan estafet dari Karang Taruna sebelumnya,” tegas Fadli.
Musdes 28 Agustus Bukan Menentukan Pengelola Baru
Terkait polemik yang muncul saat peliputan Musdes Desa Koto Tandun pada 28 Agustus 2026, Fadli menyatakan bahwa forum tersebut bukan untuk menentukan siapa yang menjadi pengelola baru program ketahanan pangan.
Ia menegaskan, berdasarkan kesepakatan sebelumnya, Karang Taruna telah menjadi pihak yang mengelola program tersebut.
Menurutnya, pembahasan dalam Musdes lebih diarahkan pada penguatan kesepakatan mengenai mekanisme pengelolaan dan pembagian hasil program ketahanan pangan.
Fadli berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik antarpihak karena pada prinsipnya program tersebut merupakan program yang harus memberikan manfaat kepada masyarakat.
Siap Menerima Siapa Pun yang Terpilih
Fadli juga menyampaikan sikap terbuka terkait proses pemilihan Ketua Karang Taruna.
Ia mengatakan, apabila dalam proses pemilihan dirinya tidak terpilih dan Budi Hartono yang dipercaya menjadi ketua, dirinya tetap menghormati keputusan tersebut.
Menurut Fadli, siapa pun yang menjadi ketua, program kolam ikan lele tetap harus berjalan di bawah kelembagaan Karang Taruna.
“Yang paling penting bukan siapa yang menjadi ketua, tetapi bagaimana program ketahanan pangan ini tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengaku siap menerima hasil pemilihan secara legowo apabila nantinya kepemimpinan Karang Taruna dipercayakan kepada pihak lain.
Minta Dukungan Pemerintah Desa
Karang Taruna Desa Koto Tandun juga berharap dukungan Pemerintah Desa terhadap keberlanjutan program ketahanan pangan.
Fadli meminta seluruh pihak dapat menjaga program tersebut agar tidak terganggu oleh kepentingan yang tidak berkaitan dengan tujuan program.
Menurutnya, program ketahanan pangan merupakan program strategis yang membutuhkan kerja sama antara pemerintah desa, Karang Taruna dan masyarakat.
Ia berharap pengelolaan kolam lele dapat dilakukan secara transparan, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sejumlah Program Desa Turut Menjadi Perhatian
Dalam kesempatan tersebut, Fadli juga menyampaikan sejumlah persoalan pembangunan dan pelayanan desa yang menurutnya masih menjadi perhatian masyarakat.
Di antaranya terkait Taman RTH Desa, pembebasan lahan yang berkaitan dengan Koperasi Desa Merah Putih, serta persoalan NOP PT Budi Murni yang disebutnya belum sepenuhnya selesai.
Selain itu, ia juga menyinggung informasi mengenai pelayanan pembuatan akta masyarakat yang sebelumnya disebut gratis ketika pengurusan dilakukan di kantor desa, namun belakangan disebut telah dikenakan biaya.
Namun demikian, terhadap persoalan tersebut, pihak-pihak terkait diharapkan memberikan penjelasan serta data yang dapat diverifikasi sehingga informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.
Belajar dari Pengelolaan Kandang Ayam
Fadli juga berharap program ketahanan pangan melalui budidaya ikan lele tidak mengalami persoalan seperti program kandang ayam yang pernah berjalan sebelumnya.
Menurutnya, program kandang ayam tersebut menggunakan modal yang bersumber dari pemerintah. Namun, dalam pelaksanaannya, menurut informasi yang diterimanya, kandang tersebut sempat dikelola melalui pihak lain atau dikontrakkan kepada seseorang.
Program tersebut kemudian disebut mengalami kerugian hingga akhirnya tidak lagi beroperasi.
Fadli menilai pengalaman tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar program ketahanan pangan yang sekarang berjalan tidak mengulangi persoalan yang sama.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan secara transparan, akuntabel dan bertanggung jawab, terutama menyangkut penggunaan anggaran, pengelolaan usaha, pemeliharaan aset, pemasaran hasil dan mekanisme pembagian keuntungan.
Dorong Pengelolaan Terbuka
Karang Taruna Desa Koto Tandun berharap pengelolaan kolam lele ke depan dapat dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat mengetahui bagaimana program tersebut dijalankan.
Menurut Fadli, transparansi diperlukan agar tidak muncul prasangka maupun persoalan di kemudian hari.
Sementara terkait adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan program kandang ayam sebelumnya, Fadli menegaskan bahwa hal tersebut harus ditempatkan sebagai dugaan dan perlu dibuktikan melalui pemeriksaan maupun proses hukum oleh pihak yang berwenang.
Karang Taruna berharap program ketahanan pangan melalui budidaya ikan lele dapat menjadi contoh pengelolaan usaha desa yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Koto Tandun. *