Belajar Daring karena Kabut Asap, Siswa Pekanbaru Tetap Dapat MBG, Ortu Diminta Ambil ke Sekolah

Senin, 24 Agustus 2026 | 09:53:12 WIB
Foto ilustrasi (Akal Imitasi)Gemini

MIMBARRIAU.COM  - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik di Kota Pekanbaru, Riau, tetap berjalan meski kegiatan pembelajaran tatap muka ditiadakan sementara akibat memburuknya kualitas udara.

Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru  (Disdik Pekanbaru) meminta orang tua atau wali peserta didik mengambil langsung paket MBG di sekolah untuk kemudian dibawa pulang dan dikonsumsi anak di rumah.

Ketentuan tersebut menjadi bagian dari Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor: 400.3/Disdik.Sekretaris.1/2796/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara di Kota Pekanbaru.

Surat edaran yang ditetapkan pada Minggu (23/8/2026) itu mengatur pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring bagi peserta didik PAUD/TK, SD hingga SMP pada Senin (24/8/2026).

Plt Kepala Disdik Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan meski siswa belajar dari rumah, penyaluran MBG tetap dilakukan. Namun, mekanisme pengambilannya disesuaikan agar peserta didik tidak perlu keluar rumah di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

"Untuk penyaluran program Makan Bergizi Gratis, bagi pihak sekolah agar menghubungi orang tua atau wali peserta didik untuk mengambil MBG di sekolah," kata Abdul Jamal, dikutip Senin (24/8/2026).

Ia menegaskan pengambilan makanan tersebut tidak dilakukan oleh peserta didik. Orang tua atau wali yang datang ke sekolah untuk mengambil MBG sehingga makanan tetap dapat diterima dan dikonsumsi anak di rumah.

"Pengambilan MBG dilakukan oleh orang tua atau wali dan tidak diperkenankan dilakukan oleh peserta didik, sehingga MBG tetap dapat diterima dan dikonsumsi oleh peserta didik di rumah," ujarnya.

Kebijakan ini diterapkan bersamaan dengan imbauan agar anak tetap berada di dalam rumah selama pelaksanaan pembelajaran daring. Orang tua juga diminta tidak mengajak anak bermain atau melakukan aktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko paparan kabut asap.

Keputusan pembelajaran daring tersebut diambil setelah data BMKG pada Minggu (23/8/2026) pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 berada pada kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat, dengan nilai berkisar 170,2 hingga 235,7 mikrogram per meter kubik.

Dengan mekanisme pengambilan oleh orang tua, Pemko Pekanbaru berupaya menjaga dua hal sekaligus, yakni perlindungan kesehatan peserta didik dari paparan udara buruk dan keberlanjutan pemenuhan kebutuhan makanan bergizi bagi anak.

Pelaksanaan pembelajaran untuk hari berikutnya akan kembali disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara berdasarkan informasi BMKG dan instansi terkait. **

Terkini