PLN perkuat keandalan listrik Riau melalui pemeliharaan strategis GI Bagan Batu

Ahad, 26 Juli 2026 | 19:14:08 WIB
PLN perkuat keandalan listrik Riau melalui pemeliharaan strategis GI Bagan Batu

MIMBARRIAU.COM  - PT PLN (Persero) memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Provinsi Riau melalui pemeliharaan preventif Bay Penghantar Kota Pinang 2 di Gardu Induk (GI) Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Duri ini merupakan bagian dari upaya PLN menjaga keandalan infrastruktur transmisi agar pasokan listrik tetap aman, stabil, dan berkelanjutan bagi masyarakat, dunia usaha, serta sektor industri.

General Manager PLN UIP3B Sumatera, Elvanto, Minggu, di Pekanbaru menegaskan bahwa pemeliharaan aset transmisi menjadi salah satu langkah strategis PLN dalam memastikan sistem penyaluran tenaga listrik tetap andal di tengah pertumbuhan kebutuhan listrik yang terus meningkat.

"Keandalan sistem transmisi merupakan fondasi utama dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik. Melalui pemeliharaan yang dilaksanakan secara berkala dan terencana, PLN memastikan setiap aset transmisi beroperasi secara optimal sehingga masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pelayanan publik di Provinsi Riau," ujar Elvanto.

Manager PLN UPT Pekanbaru, Andri Candra, menambahkan bahwa pemeliharaan berkala merupakan strategi perusahaan dalam menjaga performa aset transmisi sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.

"Pemeliharaan Bay Penghantar Kota Pinang 2 merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memastikan seluruh aset transmisi berada dalam kondisi optimal. Dengan peralatan yang andal, sistem penyaluran tenaga listrik menjadi semakin stabil sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dunia usaha, dan sektor industri di Provinsi Riau," ujar Andri.

Dalam kegiatan tersebut, tim pemeliharaan melaksanakan serangkaian pekerjaan secara menyeluruh, meliputi inspeksi visual, pemeriksaan kondisi peralatan, pembersihan isolator, pengencangan sambungan (tightening), pengujian sistem proteksi, hingga pengukuran berbagai parameter teknis guna memastikan seluruh peralatan beroperasi sesuai standar.

Sebelum pekerjaan dimulai, seluruh personel mengikuti safety briefing sebagai implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan tersebut mencakup identifikasi potensi bahaya, pembagian tugas, serta penegasan langkah-langkah pengendalian risiko agar seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan secara aman, tertib, dan sesuai prosedur operasional.

Penanggung Jawab Pekerjaan, Ade Arian, menjelaskan bahwa setiap tahapan pemeliharaan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja serta kualitas hasil pekerjaan.

"Seluruh tahapan pemeliharaan kami laksanakan sesuai standar operasional, mulai dari pemeriksaan awal, pelaksanaan pekerjaan, hingga pengujian akhir sebelum peralatan dinormalkan kembali. Penerapan budaya K3 menjadi prioritas utama agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan aman, tepat waktu, serta menghasilkan kondisi peralatan yang semakin andal dalam mendukung kontinuitas penyaluran tenaga listrik," ungkap Ade.

Bay penghantar merupakan salah satu komponen vital pada gardu induk yang berfungsi menghubungkan jaringan transmisi dalam menyalurkan energi listrik menuju pusat-pusat beban. Oleh karena itu, pemeliharaan secara berkala menjadi langkah preventif untuk meminimalkan potensi gangguan, memperpanjang umur peralatan, serta menjaga stabilitas sistem kelistrikan.

Melalui pemeliharaan Bay Penghantar Kota Pinang 2 di GI Bagan Batu, PLN terus memperkuat keandalan infrastruktur transmisi guna menghadirkan pasokan listrik yang semakin andal bagi masyarakat. Upaya ini sekaligus menjadi wujud komitmen PLN dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi melalui sistem ketenagalistrikan yang tangguh dan berkelanjutan. **

Terkini