Kemensos siapkan dua jalur masa depan lulusan perdana Sekolah Rakyat

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:43:35 WIB

MimbarRiau.com - Kementerian Sosial mempersiapkan skema penempatan masa depan bagi 11 siswa lulusan perdana jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dari program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran ini.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa opsi penempatan tersebut saat ini masih dalam tahap asesmen serta pendalaman berbasis minat dan kompetensi masing-masing siswa.

"Bagi anak-anak yang lulus SMA ini ada dua jalur. Pertama, jika memiliki kompetensi akademik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, akan dilakukan pendampingan dan bimbingan secara intensif," kata Saifullah.

Dia melanjutkan bahwa bagi lulusan yang memilih untuk langsung terserap menjadi pekerja terampil, Kemensos akan memfasilitasi mereka melalui rangkaian program pelatihan vokasi dan keterampilan kerja.

Untuk mewujudkan jalur kerja terampil tersebut, otoritas sosial nasional kini sedang menjajaki kerja sama strategis lintas sektoral dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) serta Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)

Secara umum, sistem pendidikan di Sekolah Rakyat menerapkan pola terbuka atau multi-entry dan multi-exit yang tujuannya agar bisa merangkul anak-anak dari keluarga miskin yang sempat putus sekolah dalam rentang waktu dua hingga tiga tahun, bahkan lebih.

Melalui pendekatan adaptif tersebut Kemensos mencatat ada 400 dari 15 ribu orang siswa Sekolah Rakyat yang bersiap lulus pada tahun ini, yang tersebar di berbagai tingkatan mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga SMA.

Di sisi lain, Kemensos juga mengantisipasi fase transisi perpindahan siswa ke 93 gedung permanen baru yang berpotensi memicu kendala teknis berupa minimnya ketersediaan tenaga kependidikan dan operasional sementara jumlah siswa angkatan baru akan bertambah kuotanya 35 ribu orang siswa Sekolah Rakyat pada Juni dan Agustus 2026.

Guna menyiasati tantangan operasional tersebut, Saifullah meminta dukungan pemerintah daerah untuk memperbantukan tenaga guru eksternal sebagai tenaga pengajar sementara pada tiga bulan pertama masa transisi.

Langkah kolaborasi ini dinilai penting untuk mengisi kekosongan formasi guru, tenaga kebersihan, hingga petugas keamanan, mengingat proses rekrutmen sumber daya manusia (SDM) internal Sekolah Rakyat hingga saat ini masih berjalan.

"Maka dari itu, kita butuh bantuan dari daerah, guru-guru sementara yang diminta untuk membantu Sekolah Rakyat di tahap pertama ini, mungkin tiga bulan ke depan. Setelah itu, kita masih perlu tenaga kebersihan, tenaga keamanan, karena SDM-nya Sekolah Rakyat masih dalam proses rekrutmen," ujarnya. **

Terkini